Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Lima Motif Batik Indonesia dan Maknanya yang Sarat Filosofi
Hype

Lima Motif Batik Indonesia dan Maknanya yang Sarat Filosofi

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juli 3, 2026 11:14 am
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Batik Parang
Batik Parang (dari laman Museum Sonobudoyo Yogyakarta)
SHARE

Batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi juga merupakan warisan budaya Indonesia yang menyimpan nilai sejarah, tradisi, dan filosofi kehidupan.

Daftar isi Konten
  • Batik Kawung (Jawa Tengah/Yogyakarta)
  • Batik Mega Mendung (Cirebon, Jawa Barat)
  • Batik Parang (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)
  • Batik Sekar Jagad (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)
  • Batik Sidomukti (Surakarta, Jawa Tengah)

Setiap motif batik lahir dari latar belakang budaya yang berbeda-beda, sehingga memiliki makna tersendiri.

Tak heran jika beberapa motif batik pada masa lalu hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu atau digunakan dalam upacara adat tertentu.

Sementara itu sejak 02 Oktober 2009, batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Meski kini batik telah menjadi busana yang dapat dikenakan oleh siapa saja, makna filosofis yang terkandung tetap menjadi bagian penting yang patut diketahui.

Baca juga:
Nuansa 'Bumi' di Panggung Parlemen: Puan Maharani Tampil Anggun Dibalut… Ketua DPR Puan Maharani mengenakan kebaya klasik kelir hijau olive pada Sidang…
  • Nuansa 'Bumi' di Panggung Parlemen: Puan Maharani Tampil Anggun Dibalut Kebaya Hijau…

Apa saja motif batik Indonesia yang populer beserta maknanya? Merangkum dari berbagai sumber, simak ulasan berikut.

Batik Kawung (Jawa Tengah/Yogyakarta)

Coraknya berbentuk susunan bulatan seperti buah kawung atau buah aren (kolang-kaling) yang ditata secara simetris dan geometris.

Motif ini sudah dikenal sejak abad ke-13 yang disebut sejak zaman Kerajaan Majapahit. Jejaknya ditemukan di beberapa candi seperti Candi Prambanan.

Kawung dikaitkan dengan konsep suwung atau kekosongan, yaitu kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan melepaskan diri dari hasrat duniawi.

Mengenal Capsule Wardrobe, Gaya Berpakaian Simpel yang Kian Populer

Filosofi tersebut mengajarkan seseorang untuk bersikap bijaksana, rendah hati, adil. Maka itulah, motif Kawung kerap diasosiasikan dengan sosok Semar dalam pewayangan yang dikenal arif dan bijaksana.

Batik Mega Mendung (Cirebon, Jawa Barat)

Batik khas Cirebon ini mudah dikenali karena corak awan berlapis-lapis dengan garis tegas dan melengkung. Motif ini diperkirakan berkembang pada abad ke-16 seiring masuknya pengaruh budaya Tiongkok ke Cirebon melalui hubungan perdagangan dan pernikahan.

Filosofis batik ini utamanya yaitu ketenangan, kesabaran, dan pengendalian diri. Awan mendung melambangkan perjalanan hidup penuh tantangan, tetapi juga menjadi pertanda bahwa setiap kesulitan akan berlalu.

Lapisan-lapisan awan menggambarkan emosi manusia yang terus berubah, sehingga motif ini mengajarkan pentingnya tetap tenang, bijaksana.

Batik Parang (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)

Motif batik klasik ini berasal dari Jawa dan memiliki sejarah panjang sejak masa Kesultanan Mataram pada abad ke-16.

Nama “Parang” berasal dari bahasa Jawa yang berarti pedang, sehingga identik dengan kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan sebagai lambang kekuasaan, kehormatan, serta status sosial.

Secara filosofis, Batik Parang melambangkan kekuatan, keberanian, semangat pantang menyerah, dan tekad untuk terus maju. Pola diagonal yang tersusun berulang juga mencerminkan keseimbangan dan kesinambungan.

Batik Sekar Jagad (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)

Nama “Sekar Jagad” memiliki beberapa penafsiran. Ada yang menyebut kata sekar yang berarti bunga dan jagad yang berarti dunia, sehingga maknanya “bunga-bunga dunia”.

Ada pula yang mengaitkannya dengan kata kaart (bahasa Belanda, berarti peta) dan jagad, yang melambangkan keberagaman dunia. Uniknya, motif ini juga mendapat pengaruh dari budaya Tiongkok.

Secara filosofis, Batik Sekar Jagad melambangkan keindahan, keberagaman, serta keharmonisan dalam kehidupan. Motifnya terdiri dari berbagai bentuk menyerupai potongan peta atau rangkaian bunga menggambarkan keberagaman budaya.

Batik Sidomukti (Surakarta, Jawa Tengah)

Motif ini merupakan pengembangan dari Batik Sidomulyo yang muncul pada masa Kesultanan Mataram. Nama “Sidomukti” berasal dari kata sido yang berarti menjadi kenyataan dan mukti yang berarti kebahagiaan serta kesejahteraan.

Motif bunga melambangkan kehidupan, kesuburan, dan kemakmuran, kupu-kupu melambangkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sedangkan motif garuda menjadi simbol kegagahan dan kehormatan. Keseluruhan unsur tersebut mencerminkan doa serta harapan akan kehidupan yang bahagia.

Tag:BatikJenis Batik IndonesiaMacam-macam BatikMotif Batik Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
2
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
3
Rupiah Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Sepanjang Hari Ini 
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
4
Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas Disiplin dan Martabat Siswa
By Syifa Fauziah
Ilustrasi guru jadi terdakwa.
5

BERITA LAINNYA

Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Hype

Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”

Doa Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Panjat Pinang di Monas
Hype

Serunya Panjat Pinang di Monas, Peserta Jatuh Bangun Berebut Hadiah

Suasana Monumen Nasional (Monas) pada perayaan 17 Agustus kali ini makin ramai.…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
Lomba memakai baju daster
Hype

Seru-seruan 17 Agustusan di Monas, Ada Balap Karung hingga Panjat Pinang Berhadiah

Perayaan HUT ke-81 RI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Senin, 17…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Permainan Anak di Monas Saat 17 Agustusan
Hype

Lima Permainan Anak di Monas Saat 17 Agustusan, Gratis dan Buka Sampai Malam

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, tak…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up