Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 4 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Lima Motif Batik Indonesia dan Maknanya yang Sarat Filosofi
Hype

Lima Motif Batik Indonesia dan Maknanya yang Sarat Filosofi

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juli 3, 2026 11:14 am
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Batik Parang
Batik Parang (dari laman Museum Sonobudoyo Yogyakarta)
SHARE

Batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi juga merupakan warisan budaya Indonesia yang menyimpan nilai sejarah, tradisi, dan filosofi kehidupan.

Daftar isi Konten
  • Batik Kawung (Jawa Tengah/Yogyakarta)
  • Batik Mega Mendung (Cirebon, Jawa Barat)
  • Batik Parang (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)
  • Batik Sekar Jagad (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)
  • Batik Sidomukti (Surakarta, Jawa Tengah)

Setiap motif batik lahir dari latar belakang budaya yang berbeda-beda, sehingga memiliki makna tersendiri.

Tak heran jika beberapa motif batik pada masa lalu hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu atau digunakan dalam upacara adat tertentu.

Sementara itu sejak 02 Oktober 2009, batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Meski kini batik telah menjadi busana yang dapat dikenakan oleh siapa saja, makna filosofis yang terkandung tetap menjadi bagian penting yang patut diketahui.

Baca juga:
Keberuntungan Menghampiri! Ini Daftar Zodiak yang Diprediksi Bersinar pada Juli… Memasuki Juli 2026, banyak orang mulai penasaran dengan ramalan zodiak yang dipercaya…
Lima Potret Taylor Ward, Istri Riyad Mahrez yang Selalu Mencuri… Taylor Ward kembali menjadi sorotan publik berkat sederet potret yang dibagikannya di…
Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut… Kuliah selama ini dipersepsikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.…
  • Keberuntungan Menghampiri! Ini Daftar Zodiak yang Diprediksi Bersinar pada Juli 2026
  • Lima Potret Taylor Ward, Istri Riyad Mahrez yang Selalu Mencuri Perhatian di…
  • Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut Jadi Biang…

Apa saja motif batik Indonesia yang populer beserta maknanya? Merangkum dari berbagai sumber, simak ulasan berikut.

Batik Kawung (Jawa Tengah/Yogyakarta)

Coraknya berbentuk susunan bulatan seperti buah kawung atau buah aren (kolang-kaling) yang ditata secara simetris dan geometris.

Motif ini sudah dikenal sejak abad ke-13 yang disebut sejak zaman Kerajaan Majapahit. Jejaknya ditemukan di beberapa candi seperti Candi Prambanan.

Kawung dikaitkan dengan konsep suwung atau kekosongan, yaitu kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan melepaskan diri dari hasrat duniawi.

Mengenal Capsule Wardrobe, Gaya Berpakaian Simpel yang Kian Populer

Filosofi tersebut mengajarkan seseorang untuk bersikap bijaksana, rendah hati, adil. Maka itulah, motif Kawung kerap diasosiasikan dengan sosok Semar dalam pewayangan yang dikenal arif dan bijaksana.

Batik Mega Mendung (Cirebon, Jawa Barat)

Batik khas Cirebon ini mudah dikenali karena corak awan berlapis-lapis dengan garis tegas dan melengkung. Motif ini diperkirakan berkembang pada abad ke-16 seiring masuknya pengaruh budaya Tiongkok ke Cirebon melalui hubungan perdagangan dan pernikahan.

Filosofis batik ini utamanya yaitu ketenangan, kesabaran, dan pengendalian diri. Awan mendung melambangkan perjalanan hidup penuh tantangan, tetapi juga menjadi pertanda bahwa setiap kesulitan akan berlalu.

Lapisan-lapisan awan menggambarkan emosi manusia yang terus berubah, sehingga motif ini mengajarkan pentingnya tetap tenang, bijaksana.

Batik Parang (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)

Motif batik klasik ini berasal dari Jawa dan memiliki sejarah panjang sejak masa Kesultanan Mataram pada abad ke-16.

Nama “Parang” berasal dari bahasa Jawa yang berarti pedang, sehingga identik dengan kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan sebagai lambang kekuasaan, kehormatan, serta status sosial.

Secara filosofis, Batik Parang melambangkan kekuatan, keberanian, semangat pantang menyerah, dan tekad untuk terus maju. Pola diagonal yang tersusun berulang juga mencerminkan keseimbangan dan kesinambungan.

Batik Sekar Jagad (Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah)

Nama “Sekar Jagad” memiliki beberapa penafsiran. Ada yang menyebut kata sekar yang berarti bunga dan jagad yang berarti dunia, sehingga maknanya “bunga-bunga dunia”.

Ada pula yang mengaitkannya dengan kata kaart (bahasa Belanda, berarti peta) dan jagad, yang melambangkan keberagaman dunia. Uniknya, motif ini juga mendapat pengaruh dari budaya Tiongkok.

Secara filosofis, Batik Sekar Jagad melambangkan keindahan, keberagaman, serta keharmonisan dalam kehidupan. Motifnya terdiri dari berbagai bentuk menyerupai potongan peta atau rangkaian bunga menggambarkan keberagaman budaya.

Batik Sidomukti (Surakarta, Jawa Tengah)

Motif ini merupakan pengembangan dari Batik Sidomulyo yang muncul pada masa Kesultanan Mataram. Nama “Sidomukti” berasal dari kata sido yang berarti menjadi kenyataan dan mukti yang berarti kebahagiaan serta kesejahteraan.

Motif bunga melambangkan kehidupan, kesuburan, dan kemakmuran, kupu-kupu melambangkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sedangkan motif garuda menjadi simbol kegagahan dan kehormatan. Keseluruhan unsur tersebut mencerminkan doa serta harapan akan kehidupan yang bahagia.

Tag:BatikJenis Batik IndonesiaMacam-macam BatikMotif Batik Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
1
Feri Amsari Sentil Kecentilan Budiman Datang ke UGM: Orang Lagi Marah Didatangi?
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Budiman Sudjatmiko dalam podcast Owrite #Piring Politik Hidangan I. (Foto: YouTube Owrite).
2
Baru Empat Tahun Berlalu, Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK
By Rahmat Baihaqi
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
3
Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026: Misi Hiu Biru Hancurkan Kutukan 1990 dan Mitos Debutan
By Hadi Febriansyah
Pemain Argentina, Lionel Messi, dalam Piala Dunia 2026.
4
DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Gen Z
Hype

Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut Jadi Biang Kerok

Kuliah selama ini dipersepsikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Ilustrasi seorang pria mengakami trauma
Hype

78 Persen Remaja Indonesia Pernah Alami Trauma Masa Kecil, AI Kini Bantu Deteksi Dini

Sekitar 78 persen remaja Indonesia mengaku pernah mengalami pengalaman buruk di masa…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Koperasi Desa Merah Putih
Hype

Viral Koperasi Desa Merah Putih Buka Gerai di Blok M, Netizen: Vibesnya Kayak Korea Utara

Di tengah polemik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hadirnya toko tersebut di…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Ilustrasi Cuaca
Hype

Benarkah RI Aman dari Gelombang Panas Eropa? Begini Penjelasan Ahli IPB

Gelombang panas ekstrem di sejumlah negara Eropa memicu kekhawatiran karena menewaskan ribuan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up