Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Kredit Perbankan Naik Tapi Daya Beli Masyarakat Masih Lesu? Ini Penjelasan Ekonom
Hype

Kredit Perbankan Naik Tapi Daya Beli Masyarakat Masih Lesu? Ini Penjelasan Ekonom

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 22, 2026 1:39 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Pegawai mengecek barang-barang elektronik yang dijual di salah satu toko elektronik di kawasan Karang Tengah, Jakarta
Pegawai mengecek barang-barang elektronik yang dijual di salah satu toko elektronik di kawasan Karang Tengah, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc)
SHARE

Peningkatan penyaluran kredit perbankan pada triwulan II 2026 dinilai belum mampu jadi bukti pemulihan ekonomi Indonesia kuat. 

Meski kredit tumbuh, tapi ada sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih belum pulih secara merata. 

Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan kenaikan penyaluran kredit memang mencerminkan optimisme dunia usaha, terutama pada kredit modal kerja dan kredit investasi.

Baca juga:
Bisa Dorong Ekonomi RI, BI Ungkap Kredit Nganggur di Bank… Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit nganggur di perbankan atau undisbursed loan mencapai…
Kredit Perbankan Melonjak di Kuartal II-2026, Tapi Bank Tak Lagi… Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru pada kuartal II-2026…
Angin Segar ‘In This Economy’, Bahlil Putuskan Tarif Listrik Tak… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan bahwa tarif tenaga listrik…
  • Bisa Dorong Ekonomi RI, BI Ungkap Kredit Nganggur di Bank Capai Rp2.490…
  • Kredit Perbankan Melonjak di Kuartal II-2026, Tapi Bank Tak Lagi Semudah Dulu…
  • Angin Segar ‘In This Economy’, Bahlil Putuskan Tarif Listrik Tak Naik hingga…

Pertumbuhan kredit belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pemulihan ekonomi telah berlangsung kuat dan merata,”

kata Achmad dalam keterangan tertulis, pada Selasa, 22 Juli 2026.

Berdasarkan Survei Perbankan Bank Indonesia Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 mencapai 93,08 persen, naik 54,34 persen dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatat penyaluran kredit di 38,74 persen. 

Kredit Perbankan Melonjak di Kuartal II-2026, Tapi Bank Tak Lagi Semudah Dulu Menyetujui

Kenaikan ini ditopang oleh kredit modal kerja dengan SBT 94,34 persen dan kredit investasi 93,51 persen. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menunjukkan outstanding kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51 persen secara tahunan menjadi Rp8.918 triliun. 

Selain itu, kredit investasi tumbuh paling tinggi, yakni 21,95 persen, diikuti kredit modal kerja 8,09 persen dan kredit konsumsi 5,89 persen. 

Kondisi Riil Perekonomian

Meski demikian, Achmad menilai peningkatan kredit belum sepenuhnya tercermin pada kondisi riil perekonomian. 

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia memang tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, tetapi masih mengalami kontraksi 0,77 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen pada April 2026 dari 123,0 turun menjadi 117,8 pada Juni 2026. Sementara Indeks Penjualan Riil Mei 2026 tercatat terkontraksi 3,9 persen secara tahunan.

Ini artinya, pertumbuhan masih memperoleh dorongan besar dari belanja pemerintah dan belum sepenuhnya mencerminkan penguatan permintaan swasta,”

ungkapnya. 

Achmad juga menyoroti ketimpangan penyaluran kredit. Pada Mei 2026, kredit korporasi tumbuh 18,39 persen, sedangkan kredit UMKM hanya meningkat 0,60 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan manfaat ekspansi kredit masih lebih banyak dirasakan perusahaan besar. Padahal, UMKM memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pemerataan pendapatan.

Karena itu, Achmad menilai pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK perlu memastikan pertumbuhan kredit tidak hanya meningkat secara nominal, tetapi juga mampu mendorong produksi, penciptaan lapangan kerja, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Kredit baru akan efektif mendorong pertumbuhan semester II apabila disertai penguatan daya beli, kepastian usaha, dan permintaan terhadap produksi dalam negeri,”

pungkasnya.

Tag:Analis EkonomiDaya Beli MasyarakatKredit PerbankanSektor Perbankan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman Jabat Komisaris
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
1
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
2
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Eks Kepala BGN Nanik S Deyang Tangkis Tuduhan MBG Alat Politik 2029: Anak SD Belum Bisa Nyoblos!
By Rahmat Baihaqi
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).
4
Komisi IX Desak Evaluasi Total MBG Usai Nanik Mundur dari BGN
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas PT. PLN (Persero) memasang meteran listrik program nyalakan mimpi (light up the dream) di Banda Aceh, Aceh
Hype

PLN Beri Diskon 50 Persen untuk Layanan Tambah Daya, Cek Syarat dan Daftar Harganya

Kabar baik bagi pelanggan PT PLN (Persero) yang berencana menambah daya listrik…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang dalam ruang rapat Komisi IX DPR, 15 Juni 2026.
Hype

Nanik S. Deyang Mundur karena Masalah Kesehatan, Benarkah Stres Hingga Kolesterol Tinggi Sebabkan Penyakit Jantung?

Keputusan Nanik S Deyang yang memilih mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Ilustrasi paspor
Hype

Heboh Tarif Lepas Status WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Netizen: “Diusir, Masih Disuruh Bayar?”

Baru-baru ini jagat dunia maya dibuat heboh dengan kebijakan pemerintah terkait kenaikan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
6 jam lalu
Ilustrasi limbah tekstil akibat fast fashion (unsplash engin akyurt)
Hype

Di Balik Harga Murah Fast Fashion, Ada Ancaman Besar bagi Lingkungan

Pakaian murah dengan model yang selalu mengikuti tren membuat produk fast fashion…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up