Banyak orang tua baru mungkin masih asing dengan istilah tummy time. Padahal, aktivitas sederhana ini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi sejak hari-hari pertama kehidupannya.
Tummy time adalah waktu ketika bayi diletakkan dalam posisi tengkurap saat terjaga dan berada di bawah pengawasan orang dewasa.
Meski terlihat sepele, tummy time menjadi salah satu cara terbaik untuk melatih kekuatan otot bayi sekaligus mencegah berbagai masalah perkembangan. Namun, penting diingat bahwa tummy time hanya dilakukan ketika bayi bangun dan tidak boleh dilakukan saat tidur karena dapat meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
Apa Itu Tummy Time?
Melansir dari Kementerian Kesehatan,Tummy time merupakan aktivitas latihan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap di permukaan yang datar saat ia sedang terjaga dan diawasi orang tua.
Pada awalnya, durasi tummy time cukup singkat, sekitar 2–3 menit setiap sesi, lalu ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan bayi hingga total sekitar 30–60 menit per hari saat berusia tiga bulan.
Saat tengkurap, bayi akan berusaha mengangkat kepala untuk melihat sekeliling. Gerakan ini membantu memperkuat otot leher, bahu, lengan, serta punggung yang nantinya dibutuhkan untuk berguling, duduk, merangkak, hingga berjalan.
Selain itu dalam posisi tengkurap, bayi berlatih menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu, itu adalah kemampuan yang akan menjadi bekal untuk merangkak.
Kemudian, manfaat tummy time dapat mencegah kepala peyang (Plagiocephaly) karena bayi baru lahir menghabiskan banyak waktu telentang.
Waktu Istirahat Bagi Tengkorak Bagian Belakang
Tekanan terus-menerus pada bagian belakang kepala dapat menyebabkan bentuk kepala menjadi datar atau tidak simetris. Tummy time memberikan waktu istirahat bagi tengkorak bagian belakang
Saat tengkurap bayi membiasakan diri melihat apa yang ada di sekelilingnya dari sudut pandang yang berbeda, melatih bayi mengangkat leher dan memutar kepala sambil menjaganya agar tetap tegak, sehingga otot leher dan bahunya kuat.
Saat bayi bisa mengontrol kepalanya dengan baik, maka ia akan melanjutkan ke posisi duduk, berguling dan merangkak. Pengendalian terhadap posisi kepala juga diperlukan untuk menelan makanan padat (usia 6 bulan).
Orang tua dapat mulai memperkenalkan tummy time sejak bayi baru lahir. Waktu terbaik adalah ketika bayi dalam keadaan tenang, misalnya setelah bangun tidur atau setelah popok diganti. Hindari melakukan tummy time segera setelah menyusu karena dapat membuat bayi muntah atau merasa tidak nyaman.






















