Aktor Iqbaal Ramadhan mengungkapkan bahwa para pemain film Operasi Pesta Copet harus menjalani pelatihan khusus demi menampilkan aksi pencopetan yang terlihat meyakinkan di layar lebar. Pelatihan tersebut dilakukan agar seluruh adegan dapat diperankan langsung oleh para aktor tanpa bantuan pemeran pengganti maupun efek penyuntingan digital.
Film garapan sutradara Edy Khemod ini dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba. Keempatnya mendapat bimbingan dari tiga pesulap profesional, yakni Bow Vernon, Aryo Pringgo, dan Dr. Frenos, yang dipercaya menjadi pelatih teknik pencopetan atau coach copet.
Jadi kita memang punya coach copet. Coach copet-nya ini adalah pesulap, Bow Vernon, Aryo Pringgo, sama Dr. Frenos,”
ujar Iqbaal dalam konferensi pers film Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Iqbaal menjelaskan, latihan dimulai sejak tahap praproduksi. Awalnya para pemain mengikuti sesi pembelajaran secara daring melalui Zoom sebelum akhirnya menjalani latihan intensif secara langsung.
Menurutnya, produser Ernest Prakasa sejak awal menginginkan seluruh adegan mencopet dilakukan sendiri oleh para pemeran. Karena itu, tidak ada penggunaan stuntman maupun trik editing untuk adegan-adegan tersebut.
Dari awal Koh Ernest bilang dia enggak mau kita sebagai aktornya dibantu stuntman untuk adegan copetnya. Koh Ernest juga enggak mau adegan pencopetan itu diedit oleh editor film,”
kata Iqbaal.
Mengalihkan Perhatian Calon Korban
Proses latihan berlangsung selama lebih dari satu bulan. Selain melatih kecepatan dan ketepatan tangan, para pemain juga mempelajari berbagai teknik distraksi untuk mengalihkan perhatian calon korban.
Kita enggak cuma belajar teknis, kita belajar jurus-jurus pengalihannya, bisa fokus dan distraksi. Kita sampai dipresentasikan pakai slides buat belajar,”
ungkapnya.
Keseriusan para pemain pun ditunjukkan saat konferensi pers melalui demonstrasi singkat teknik pencopetan yang telah mereka pelajari.
Dalam simulasi tersebut, Kristo Immanuel berperan sebagai korban, sementara Zulfa Maharani bertugas mengalihkan perhatian. Di saat bersamaan, Iqbaal Ramadhan mengambil dompet dengan bantuan Kawai Labiba sebagai rekan aksinya.
Demonstrasi itu memperlihatkan bahwa aksi pencopetan dalam film tidak hanya mengandalkan ketangkasan tangan, tetapi juga kerja sama tim, pengaturan waktu, dan teknik distraksi yang matang. Seluruh kemampuan tersebut merupakan hasil latihan intensif selama masa persiapan syuting.
Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Film ini mengisahkan empat anak muda yang terdesak persoalan ekonomi hingga memutuskan menjadi komplotan pencopet di tengah ramainya sebuah festival musik.























