Doa masuk dan keluar masjid merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk adab saat memasuki maupun meninggalkan rumah Allah.
Selain menjadi sunnah Rasulullah SAW, membaca doa ini juga mengandung harapan agar setiap muslim memperoleh rahmat, ampunan, serta perlindungan dari Allah SWT.
Masjid bukan hanya tempat untuk menunaikan salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat ibadah, menuntut ilmu, dan mempererat ukhuwah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga adab ketika berada di masjid, termasuk dengan membaca doa masuk masjid dan doa keluar masjid sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Lantas, bagaimana bacaan doa masuk masjid dan doa keluar masjid yang benar lengkap dengan tulisan Arab, Latin, serta artinya? Simak ulasan berikut agar dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa Masuk Masjid
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ، وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا، فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا، وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً، وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنَ النَّارِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma inni as’aluka bihaqqis sa’ilina ‘alaika, wa as’aluka bihaqqi mamsyaya hadza, fa-inni lam ukhruj asyaran wa la batharan, wa la riya’an wa la sum’atan, wa kharajtuttiqa’a sukhtika wabtigha’a mardhatika, fa as’aluka an tu’idzani minan nari, wa an taghfira li dzunubi, innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu dan aku juga meminta dengan hak jalanku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya, dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap rida-Mu. Maka aku meminta agar engkau melindungiku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Setelah itu, membaca doa masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan. Berikut adalah bacaan dan artinya:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaghfir li dzunubi waftah li abwaba rahmatik
Artinya: “Ya Allah, ampuni segala dosaku dan bukalah bagiku segala pintu rahmat-Mu.”
Doa Keluar Masjid
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ فَضْلِكَ
Allahummaghfirli dzunubi waftah li abwaba fadl-lik(a)
Artinya: “Ya Allah, ampuni segala dosaku. Bukakanlah bagiku segala pintu anugerah-Mu.”
Adab Masuk Masjid
Selain mengamalkan doa masuk dan keluar masjid, sebaiknya kamu juga mengamalkan adab-adab ketika memasuki masjid.
Adapun sejumlah adab yang harus kamu ketahui saat masuk ke dalam masjid, yakni sebagai berikut:
- Membaca doa keluar rumah
- Membaca doa menuju masjid
- Berjalan ke masjid tanpa tergesa-gesa
- Berangkat dalam keadaan suci atau telah berwudhu
- Mengenakan pakaian terbaik dan wewangian
- Perbanyak dzikir dan shalawat
- Saat masuk masjid lepaskan alas kaki dari mulai kaki kiri dan masuk ke masjid menggunakan kaki kanan
- Membaca doa masuk masjid
- Mengerjakan sholat tahiyatul masjid
1. Keutamaan Pergi ke Masjid
- Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat
Langkah kaki kita menuju ke masjid dihitung sebagai penggugur dosa dan meninggikan derajat. Nabi Muhammad SAW bersabda:
Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkallhnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.”
(Shahih Muslim HN 1070; Sunan Abu Daud HN 1243; Musnad Ahmad HN 7118 & 8906; Sunan Ad-Darimi HN 359).
Semakin banyak langkah seseorang menuju masjid, kian bertambah pula pahalanya. Hal itu sesuai dengan hadis riwayat Bukhari berikut:
“Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Orang yang paling banyak mendapatkan pahala dalam salat adalah mereka yang paling jauh (jarak rumahnya ke masjid), karena paling jauh dalam perjalanannya menuju masjid. Dan orang yang menunggu salat hingga dia melaksanakan salat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang melaksanakan salat kemudian tidur’.”
2. Mendapat Rahmat Allah SWT
Saat berada di masjis, umat muslim disarankan untuk membaca Al Quran agar mendapat rahmat dari Allah SWT. Dalam suatu hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidaklah sebuah kaum berkumpul di dalam rumah di antara rumah-rumah Allah ta’ala, membaca kitab Allah, dan saling mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, serta dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di antara malaikat yang ada di sisi-Nya.” (Sunan Abu Daud HN 1243)
3. Salat Berjemaah di Masjid Lebih Utama
Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Salat berjemaah lebih utama dibandingkan salat sendirian dengan 27 derajat.”
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan salat berjemaah di masjid, yakni mendapat pahala 27 kali lipat daripada salat di rumah.
Selain itu, umat Islam yang mendatangi masjid untuk salat berjemaah, meskipun dalam kondisi gelap gulita, akan mendapat cahaya pada hari kiamat.
Dari Abdullah bin Aus dari Buraidah dari dar, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan pada malam gelap gulita menuju masjid (untuk salat berjemaah) bahwa bagi mereka cahaya yang sempurna pada hari kiamat nanti.”
(Sunan Abu Daud HN 474).
4. Mendapat Naungan pada Hari Kiamat
Allah SWT akan memberikan naungan pada hari kiamat untuk tujuh golongan, termasuk orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Yakni orang yang mencintai rumah Allah itu dan memperlakukannya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan senantiasa melaksanakan salat berjemaah di masjid.
5. Orang yang Membangun Masjid Dapat Rumah di Surga
Orang yang membangun masjid akan dibangunkan rumah di surga oleh Allah SWT. Hal itu sesuai sabda Nabi Muhammad SAW berikut:
Siapa yang membangun masjid karena mengharapkan rida Allah, maka Allah akan membangun untuknya yang seperti itu di surga.”
(HR. Bukhari).




















