Kudus selama ini lekat dengan wisata religi, jejak sejarah, dan julukannya sebagai Kota Kretek. Namun, perjalanan ke daerah Jawa Tengah ini rasanya belum lengkap jika hanya diisi dengan mengunjungi tempat wisata.
Ada satu cara sederhana untuk mengenal Kudus lebih dekat dengan mencicipi kulinernya.
Di balik popularitas berbagai hidangan berbahan daging kerbau, Kudus menyimpan ragam makanan yang cukup beragam. Mulai dari menu sarapan yang sederhana, olahan sayuran, hingga kudapan manis yang kerap dibawa pulang sebagai buah tangan.
Karakter kuliner Kudus juga menarik karena tidak semuanya identik dengan makanan berat. Ada sajian yang cocok disantap untuk mengawali hari. Ada juga menu yang pas jadi teman bersantai. Selain itu, ada juga jajanan yang bisa menemani perjalanan pulang.
Melansir dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Rabu, 12 Agustus 2026, sejumlah kuliner khas tersebut layak masuk daftar buruan wisatawan yang sedang menjelajah Kota Kretek.
Jadi, kalau Kudus masuk dalam rencana liburanmu bulan ini, jangan buru-buru kembali sebelum mencoba kuliner khasnya.
Berikut tujuh kuliner Kudus yang bisa masuk daftar food hunting.
- Lentog Tanjung
Buat kamu yang suka berburu kuliner lokal sejak pagi, lentog tanjung bisa jadi pilihan pertama buat sarapan di kota kretek ini.
Makanan ini berbahan dasar lontong yang kemudian dipadukan dengan sayur nangka muda dan lodeh tahu. Rasanya cenderung gurih dengan kuah yang ringan, tapi tetap bikin perut nyaman untuk memulai hari.
Biasanya lentog tanjung disajikan bersama cabai rawit dan kerupuk. Harganya juga relatif ramah kantong sehingga cocok untuk pilihan sarapan saat liburan.
Kuliner ini banyak di jual di kawasan Tanjungkarang, Kudus. Kamu bisa mencarinya di sekitar sentra penjual lentog tanjung.
- Pecel Pakis
Kalau biasanya kamu menemukan pecel dengan kangkung, bayam, atau tauge, Kudus punya versi yang sedikit berbeda. Namanya pecel pakis.
Sesuai namanya, hidangan ini menggunakan daun pakis yang sudah direbus. Sayuran tersebut kemudian disiram dengan sambal kacang bercita rasa gurih dan pedas.
Pecel pakis banyak ditemukan di kawasan Colo, yang berada di lereng Gunung Muria. Biasanya, makanan ini disantap bersama rempeyek atau kerupuk.
Buat kamu yang suka eksplorasi makanan tradisional yang nggak terlalu mainstream, menu ini layak masuk bucket list mu.
- Nasi Pindang Kebo
Nah, kalau kamu ingin mencoba makanan khas Kudus yang lebih berat, kamu bisa coba nasi pindang kebo.
Jangan terkecoh dengan namanya, walaupun namanya pindang tapi bukan berarti pakai ikan pindang ya, karena hidangan berkuah ini disajikan dengan potongan daging kerbau.
Kuahnya berwarna gelap karena menggunakan kluwek. Hidangan ini menggunakan bumbu seperti kemiri, ketumbar, dan jintan yang membuat aromanya semakin kuat.
Salah satu tempat yang bisa kamu datangi untuk mencicipinya adalah Nasi Pindang Kerbau & Soto Kerbau Sidodadi.
- Garang Asem
Pecinta makanan dengan sensasi asam, pedas, dan gurih, merapat! Kudus juga punya garang asem yang dibuat menggunakan ayam kampung, santan encer, belimbing wuluh, dan cabai. Bahan-bahannya dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus.
Proses tersebut membuat aroma khas daun pisang meresap ke dalam makanan. Begitu dibuka, aroma gurih dan segarnya langsung terasa. Garang asem paling cocok disantap bersama nasi hangat dan lauk pendamping seperti tempe atau perkedel.
- Sate Kebo
Kalau biasanya sate menggunakan ayam atau kambing, Kudus punya sate kebo yang menggunakan daging kerbau. Dagingnya dibumbui sebelum dibakar sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, dan rempah yang cukup kuat.
Penggunaan daging kerbau sendiri sudah menjadi bagian dari identitas kuliner Kudus. Tradisi ini berkaitan dengan kisah Sunan Kudus yang mengajarkan penghormatan terhadap masyarakat Hindu dengan tidak menyembelih sapi.
- Soto Kebo
Kalau sate kebo belum cukup, kamu bisa lanjutkan food hunting dengan soto kebo.
Sekilas tampilannya memang seperti soto pada umumnya. Namun, isian utamanya menggunakan daging kerbau yang dipadukan dengan tauge, kol, mie putih, seledri, dan bawang goreng.
Kuah kaldunya memberikan rasa gurih dan aroma rempah yang cukup kuat. Kamu juga bisa menambahkan lauk pendamping untuk membuat semangkuk soto semakin komplet. Kalau kamu mau coba hidangan ini bisa datang ke Warung Soto Kebo Pak Marjan.
- Jenang Kudus
Belum lengkap rasanya jalan-jalan ke Kudus tanpa membawa jenang Kudus sebagai oleh-oleh. Teksturnya kenyal dan legit dengan perpaduan rasa manis serta gurih. Jenang dibuat menggunakan bahan seperti tepung ketan, gula, dan santan.
Sekarang, jenang juga hadir dalam berbagai varian rasa sehingga pilihannya nggak cuma rasa klasik. Kalau ingin sekaligus mengenal sejarah jenang Kudus, kamu bisa mampir ke Museum Jenang Kudus atau pusat jenang Mubarok.
Nah, buat Gen Z yang suka healing sambil berburu makanan lokal, tujuh menu tadi bisa jadi alasan tambahan untuk memasukkan Kudus ke daftar destinasi berikutnya.
Karena pengalaman paling berkesan dari sebuah perjalanan bukan cuma soal tempat yang dikunjungi. Tapi, juga hunting makanan yang berhasil ditemukan di sepanjang jalan.
























