Perbedaan cara pandang antara orang tua dan anak kerap menjadi sumber konflik dalam keluarga. Orang tua merasa sedang memberikan yang terbaik, sementara anak terkadang menganggap perhatian tersebut justru terlalu jauh mencampuri pilihan hidupnya.

Persoalan tersebut turut diangkat dalam film Ibadah & Cinta melalui hubungan antara orang tua dan anak yang memiliki cara pandang berbeda karena tumbuh di zaman yang berbeda.

Mathias Muchus, yang berperan sebagai Kiai Umar, mengatakan perbedaan generasi dapat memengaruhi cara orang tua dan anak berkomunikasi, memahami persoalan, hingga menentukan pilihan dalam kehidupan.

Orang tua dan anak itu hidup di era yang berbeda. Bahasa, perasaan, komunikasi, interpretasi, budaya, sampai perspektifnya bisa berbeda,”

kata Mathias saat konferensi pers dan gala premiere Ibadah & Cinta di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan pada 12 September 2026.

Menurut Mathias, orang tua pada dasarnya memiliki niat baik ketika memberikan arahan kepada anak. Namun, anak juga memiliki perspektif, keinginan, serta kekhawatiran sendiri dalam menentukan masa depannya.

Karena itu, ketika pilihan anak tidak sejalan dengan keinginan orang tua, kondisi tersebut tidak selalu dapat diartikan sebagai bentuk pemberontakan.

Mathias menilai orang tua perlu berusaha memahami sudut pandang anak agar komunikasi di dalam keluarga tidak semakin berjarak.

Orang tua harus mencoba beradaptasi dengan anak-anak, memahami apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka khawatirkan. Berbicaralah seperti teman,”

katanya.

Tak Hanya Soal Cinta

Konflik beda generasi tersebut menjadi salah satu bagian dari cerita Ibadah & Cinta. Film garapan sutradara Jastis Arimba ini tidak hanya berfokus pada kisah cinta Riko dan Santun.

Jastis mengatakan film tersebut juga membawa sejumlah tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan keluarga, persahabatan, hingga proses memahami orang lain.

Konflik yang muncul dalam cerita memperlihatkan bagaimana orang tua dan anak bisa sama-sama memiliki rasa sayang, tetapi memandang kehidupan dari perspektif yang berbeda.

Perbedaan tersebut kemudian menjadi tantangan bagi masing-masing karakter untuk belajar memahami satu sama lain, termasuk ketika harus menghadapi pilihan hidup yang tidak selalu sesuai dengan harapan keluarga.

Melalui kisah tersebut, Ibadah & Cinta mencoba menggambarkan bahwa komunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan orang tua dan anak di tengah perbedaan generasi.

Film Ibadah & Cinta dibintangi Achmad Megantara sebagai Riko dan Indah Permatasari sebagai Santun. Mathias Muchus turut berperan sebagai Kiai Umar, ayah Santun.

Film drama romantis religi tersebut dijadwalkan tayang di bioskop mulai 24 September 2026.

Bagi penonton yang ingin mengikuti kisah Riko dan Santun sekaligus melihat bagaimana konflik antara orang tua dan anak dikemas dalam cerita, Ibadah & Cinta bisa menjadi pilihan tontonan bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.