Tak diragukan lagi bahwa saat ini Jepang menjadi salah satu negara paling maju. Kemajuan teknologi artificial intelegence (Ai) juga berkembang pesat di negara yang berjuluk Matahari Terbit tersebut.

Bahkan, teknologinya kini sudah sampai di tahap dapat membantu peneliti mendeteksi dan menghitung sampah yang berada di dasar laut. Teknologi tersebut dikembangkan oleh Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) yang diberi nama DeepLitterAI.

Dilansir dari antaranews.com, Selasa, 15 Desember 2026, DeepLitterAI dirancang untuk mengenali berbagai jenis sampah yang terekam oleh kamera bawah laut, seperti kantong plastik, botol minuman, hingga kaleng yang berada di dasar laut.

Dikembangkan mengumpulkan data dan gambar lebih dari 12.000 yang dikumpulkan dari rekaman eksplorasi laut dalam selama lebih dari 40 tahun. Data yang terkumpul digunakan untuk melatih AI agar mampu mengenali keberadaan sampah dari rekaman video bawah laut.

Tidak hanya mengenali sampah, tetapi juga dapat melacak objek yang sama ketika muncul berulang kali dalam rekaman. Dengan begitu, satu sampah tidak dihitung berkali-kali hanya karena kamera bergerak melewatinya.

Dengan hadirnya DeepLitterAI dapat menyelesaikan analisis sekitar 2,1 kali lebih cepat dibandingkan metode manual, bahkan kecepatannya dapat mencapai 3,1 kali lebih tinggi dalam kondisi tertentu.

Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat membantu peneliti memahami sebaran sampah di laut dalam dengan lebih efisien, dan memecahkan salah satu permasalahan yang selama ini sulit dilakukan negara-negara lain.

Data tersebut nantinya kembali dapat digunakan untuk mempelajari bagaimana sampah masuk, berpindah, dan terakumulasi di lingkungan laut.