Di era yang serba cepat dan instan ini, perkembangan teknologi terus berkembang pesat. Salah satu yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah munculnya Artificial Intelegent atau Ai.
Setiap hari, ada jutaan prompt atau instruksi, pertanyaan, atau masukan (input) berupa teks, gambar, atau suara yang diberikan kepada sistem kecerdasan buatan agar menghasilkan keluaran (output) yang sesuai dengan keinginan pengguna, yang diketik ke dalam saat proses menggunakan Ai.
Setiap Perintah yang digunakan akan dikirim ke pusat server yang menyebabkan mesin membutuhkan alat pendingin agar tidak overheat, pendingin tersebut menggunakan Air tawar yang cukup banyak setiap kali digunakan.
Menurut Environmental and Energy Study Institute (EESI), yang dilansir dari bbc.com, Selasa, 15 September 2026, jumlah air yang digunakan mencapai 110 juta galon pertahun.
Perkembangan ai semakin pesat dengan banyaknya nama kompetitor seperti Chatgpt, Google Gemini dan Claude, dengan menawarkan variasi fitur yang beragam, dengan banyaknya tren di sosial media yang mengajak pengguna menggunakan Ai menyebabkan semakin banyak pengguna dan semakin banyak pengguna dan perintah yang terus digunakan.
Hal tersebut menuai banyak kontra di internet yang menyerukan gunakan Ai dengan bijak. Gunakan prompt yang panjang serta detail, dan tidak perlu mengucapkan kalimat basa-basi seperti tolong dan terimakasih
Hingga saat ini, penggunaan Ai disebut-sebut memberikan dampak positif di berbagai bidang. Namun di masa depan, penggunaan Ai dapat memungkinkan pengeringan secara global, sehingga diharapkan nama-nama Perusahaan besar seperti Microsoft, Open Ai dan Amazon segera memberikan Solusi Alternatif untuk menggunakan alat pendingin lainnya.






