Mi instan sering menjadi pilihan ketika sedang lapar tetapi tidak punya banyak waktu untuk memasak. Harganya relatif terjangkau, mudah dibuat, dan tersedia dalam berbagai pilihan rasa.

Namun, mi instan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya makanan dalam satu kali makan, terlebih jika dikonsumsi terlalu sering.

Kandungan zat gizi dalam mi instan perlu dilengkapi dengan bahan makanan lain agar menu yang dikonsumsi lebih beragam dan seimbang.

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI melalui konsep ‘Isi Piringku’ menganjurkan agar setiap kali makan, setengah bagian piring diisi sayur dan buah, sementara setengah lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk-pauk. Mi sendiri termasuk salah satu sumber makanan pokok yang mengandung karbohidrat.

Lalu, bagaimana agar makan mi instan tetap dalam porsi sesuai gizi seimbang? Berikut caranya.

Jangan Mengandalkan Mi

Kesalahan utama yang sering terjadi adalah mi instan menjadi satu-satunya makanan dalam satu porsi. Mi memang dapat menjadi sumber karbohidrat dan energi, tetapi tubuh tetap membutuhkan zat gizi lain, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral.

Karena itu, semangkuk mi instan sebaiknya dilengkapi dengan tambahan telur dan sayuran seperti sawi, pakcoy, wortel, kol, atau tomat. Dengan begitu, makanan tidak hanya terdiri dari mi, tetapi juga memiliki sumber protein dan sayuran.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh. Karena itu, konsumsi makanan yang beragam menjadi bagian penting dari pola makan bergizi seimbang.

Tambahkan Sumber Protein

Agar lebih mengenyangkan sekaligus melengkapi kandungan gizinya, tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau edamame.

Tidak harus menggunakan bahan makanan yang mahal. Telur rebus, tahu, atau tempe yang tersedia di rumah sudah dapat menjadi pilihan untuk melengkapi mi instan.

Perbanyak Sayuran

Selain protein, jangan lupa menambahkan sayuran ke dalam mi instan. Sawi, pakcoy, kol, wortel, brokoli, bayam, jagung, atau tauge dapat menjadi pilihan.

Sayuran membantu menambah serat, vitamin, mineral, serta membuat makanan menjadi lebih beragam.

Jika ingin lebih praktis, sayuran tidak harus dimasak secara khusus. Anda bisa memasukkannya ke dalam rebusan mi beberapa menit sebelum mi matang.

Kurangi Bumbu

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika makan mi instan adalah kandungan natrium. Natrium sebenarnya tetap dibutuhkan tubuh, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.

WHO merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium per hari atau setara dengan kurang dari 5 gram garam.

Sebaiknya jangan gunakan seluruh bumbu dan hindari menambahkan terlalu banyak kecap, saus, kaldu bubuk, atau garam ke dalam mi.

Selain itu, kandungan natrium tidak hanya terletak dalam bumbu. Maka itu, tetap perhatikan informasi nilai gizi pada kemasan dan pilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah jika tersedia.

Perhatikan Porsinya

Makan mi instan dalam jumlah banyak karena merasa belum kenyang juga bukan pilihan yang ideal. Daripada menambah dua bungkus mi, coba lengkapi satu porsi mi dengan sumber protein dan sayuran.

Kombinasi tersebut dapat membuat makanan lebih beragam dan mengenyangkan.

Menu Harian

Bagaimanapun cara mengolahnya, mi instan tetap sebaiknya tidak menjadi makanan utama setiap hari. Pola makan bergizi seimbang justru menekankan keberagaman makanan. Sumber karbohidrat tidak harus selalu berasal dari mi.

Anda dapat menggantinya secara bergantian dengan nasi, kentang, jagung, ubi, singkong, atau sumber karbohidrat lainnya.

Begitu pula dengan lauk dan sayuran. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, semakin besar peluang tubuh mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan.

Mi instan tidak perlu dianggap sebagai makanan yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi. Namun, menjadikannya sebagai menu sehari-hari juga bukan kebiasaan yang dianjurkan.

Karena dalam kebutuhan makan harian, tidak hanya mengejar rasa kenyang, tetapi juga memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh dari makanan yang lebih beragam.