Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat kambuh ketika kadar asam urat dalam tubuh meningkat.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh penderita adalah pola makan, terutama konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi.
Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan kadar asam urat sehingga berpotensi memicu keluhan, seperti nyeri dan pembengkakan pada persendian.
Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat?
Dialami Lansia
Asam urat memang lebih sering dikaitkan dengan orang lanjut usia, tetapi kondisi ini juga dapat terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. Data yang dikutip Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi asam urat meningkat seiring bertambahnya usia.
Pada kelompok usia 15–24 tahun, prevalensinya tercatat sekitar 1,2 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 3,1 persen pada usia 25–34 tahun, 6,3 persen pada usia 35–44 tahun, dan 11,1 persen pada usia 45–54 tahun. Pada kelompok usia 65–74 tahun, prevalensinya mencapai 18,6 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa menjaga pola makan bukan hanya penting bagi lansia. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan juga perlu diperhatikan sejak usia muda.
Membatasi Purin
Purin merupakan senyawa yang secara alami terdapat dalam tubuh dan berbagai jenis makanan. Ketika tubuh memecah purin, terbentuk asam urat yang kemudian dikeluarkan melalui urine.
Masalah dapat muncul ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau tidak mampu membuangnya dengan cukup baik.
Kadar asam urat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kristal monosodium urat di dalam atau sekitar persendian.
Oleh sebab itu, mengatur asupan makanan tinggi purin menjadi salah satu bagian dari upaya mengendalikan asam urat.
Makanan Sebaiknya Dihindari
Melansir dari laman Halodoc (29 Juni 2026), berikut beberapa makanan yang perlu dibatasi oleh penderita asam urat:
- JeroanHati, ginjal, limpa, jantung, dan organ dalam hewan lainnya termasuk makanan yang tinggi purin. Konsumsinya dapat meningkatkan kadar asam urat sehingga berpotensi memicu kekambuhan.
- Daging Merah, Daging sapi, kambing, dan domba mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi. Konsumsi dalam jumlah banyak, terutama secara rutin, dapat meningkatkan beban purin yang masuk ke tubuh.
- Seafood Tertentu, Beberapa jenis makanan laut memiliki kandungan purin yang cukup tinggi, seperti ikan teri, sarden, kerang, dan beberapa jenis seafood lainnya.
- Daging Olahan, Daging olahan seperti sosis, kornet, dan produk daging lainnya sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Selain perlu memperhatikan kandungan purinnya, makanan olahan juga umumnya memiliki kandungan garam dan bahan tambahan yang cukup tinggi.
- Minuman Manis Tinggi Fruktosa, Penderita asam urat tidak hanya perlu memperhatikan makanan tinggi purin. Minuman yang mengandung banyak gula, terutama fruktosa, juga sebaiknya dibatasi.
- Alkohol, Konsumsi alkohol, terutama bir, dapat meningkatkan kadar asam urat dan mengganggu proses pembuangannya dari tubuh. Karena itu, penderita asam urat sebaiknya menghindari minuman beralkohol.
Aman Dikonsumsi
Sayuran, buah-buahan, biji-bijian, telur, serta produk susu rendah lemak dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Sumber protein juga dapat dipilih secara lebih bervariasi dengan memperhatikan jumlah konsumsinya.
Selain makanan, mencukupi kebutuhan air putih juga penting karena ginjal berperan dalam membuang asam urat dari tubuh.
Dengan mengenali makanan yang perlu dibatasi dan menerapkan pola hidup sehat, penderita dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan serta menjaga kadar asam urat tetap terkendali.





















