Minyak menjadi salah satu bahan yang hampir selalu digunakan saat memasak. Mulai dari menumis sayuran, menggoreng lauk, hingga membuat makanan panggang, setiap jenis masakan membutuhkan minyak dengan karakteristik yang berbeda.
Namun, tidak semua minyak memiliki kandungan lemak dan ketahanan panas yang sama. Jika ingin membuat masakan sehari-hari menjadi lebih sehat, pilihan minyak juga perlu diperhatikan.
Lemak Tak Jenuh
Salah satu hal yang dapat diperhatikan saat memilih minyak adalah jenis lemak yang terkandung di dalamnya. Melansir dari laman Halodoc (4 Mei 2026), minyak yang lebih banyak mengandung lemak tak jenuh, terutama lemak tak jenuh tunggal dan ganda, dapat menjadi pilihan untuk konsumsi sehari-hari.
Sebaliknya, asupan lemak jenuh sebaiknya tidak berlebihan. Karena itu, jangan hanya memilih minyak berdasarkan harga atau mereknya, tetapi perhatikan juga kandungan nutrisinya.
Minyak Zaitun
Minyak ini kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan mengandung senyawa antioksidan. Minyak zaitun extra virgin dapat digunakan untuk dressing salad atau memasak dengan api kecil hingga sedang.
Sementara itu, jenis minyak zaitun lainnya dapat digunakan untuk menumis atau memanggang. Selain kandungan nutrisinya, minyak zaitun juga memiliki aroma dan rasa khas sehingga dapat memberikan cita rasa tambahan pada makanan.
Minyak Kanola
Minyak ini mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda serta memiliki kandungan omega-3. Karakteristiknya membuat minyak kanola dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti menumis, memanggang, hingga menggoreng dengan sedikit minyak.
Rasanya yang relatif ringan juga membuat minyak kanola tidak terlalu mengubah cita rasa makanan.
Minyak Bunga Matahari
Minyak bunga matahari mengandung lemak tak jenuh ganda dan vitamin E. Jenis minyak ini dapat digunakan untuk menumis, menggoreng, maupun membuat saus.
Ada pula minyak bunga matahari jenis high-oleic yang memiliki komposisi lemak berbeda dan lebih stabil terhadap panas.
Minyak Jagung
Minyak jagung mengandung lemak tak jenuh ganda dan memiliki titik asap yang relatif tinggi. Karakteristik tersebut membuatnya dapat digunakan untuk menggoreng maupun memanggang.
Minyak Kelapa (VCO)
Virgin coconut oil atau VCO memiliki karakteristik yang berbeda dari beberapa minyak nabati lainnya. Minyak ini memiliki aroma khas kelapa dan mengandung trigliserida rantai menengah atau MCT.
Namun, VCO juga memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Karena itu, penggunaannya tetap perlu diperhatikan dan tidak harus menjadi satu-satunya minyak untuk memasak sehari-hari.
Sesuaikan Cara Masak
Tidak ada satu jenis minyak yang harus digunakan untuk semua masakan. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan teknik memasak dan rasa yang diinginkan.
Untuk dressing atau masakan dengan api rendah hingga sedang, minyak zaitun extra virgin dapat digunakan. Sementara itu, minyak kanola bisa menjadi pilihan serbaguna untuk menumis dan berbagai kebutuhan memasak lainnya.
Jika ingin memasak dengan suhu lebih tinggi, minyak bunga matahari atau minyak jagung dapat digunakan sesuai karakteristik produknya. Yang tidak kalah penting, gunakan minyak secukupnya dan hindari penggunaan minyak secara berulang kali.
Pada akhirnya, memilih minyak yang lebih sehat bukan berarti harus menggunakan minyak yang mahal. Perhatikan jenis lemak, cara penggunaan, serta jumlah minyak yang dikonsumsi dalam pola makan sehari-hari.






