Di tengah banyaknya pilihan minuman kekinian, minuman tradisional berbahan rempah masih memiliki tempat tersendiri.

Salah satunya adalah wedang uwuh yang dikenal sebagai minuman hangat dengan campuran berbagai bahan alami.

Bukan hanya menawarkan rasa dan aroma khas, minuman ini juga kerap dipilih karena menggunakan beragam rempah yang dikenal memiliki kandungan senyawa bermanfaat.

Menariknya, nama wedang uwuh justru terdengar kurang menggugah selera. Melansir dari laman Halodoc (8 Mei 2026), istilah uwuh dalam bahasa Jawa berarti sampah, merujuk pada tampilan bahan-bahan rempah yang berserakan ketika minuman disajikan.

Rempah yang Berserakan

Wedang uwuh biasanya disajikan dalam kondisi hangat dengan berbagai bahan rempah yang masih terlihat di dalam gelas atau wadah.

Potongan jahe, kayu secang, cengkih, kayu manis, daun pala, serai, dan kapulaga dapat ditemukan dalam satu sajian.

Kayu secang membuat air seduhan berwarna merah hingga keunguan, sedangkan jahe memberikan sensasi pedas dan hangat.

Aroma dari cengkih, kayu manis, serai, dan rempah lainnya kemudian berpadu sehingga menghasilkan karakter wedang uwuh yang cukup kuat.

Berasal dari Yogyakarta

Wedang uwuh dikenal sebagai salah satu minuman tradisional yang berasal dari kawasan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Minuman ini juga dikaitkan dengan kawasan makam raja-raja Mataram di Imogiri dan telah menjadi bagian dari kuliner tradisional masyarakat setempat.

Khasiat Wedang Uwuh

Wedang uwuh terdiri dari berbagai rempah yang tidak hanya memberikan rasa dan aroma khas, tetapi juga mengandung senyawa alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh. Berikut beberapa di antaranya:

1.       Membantu memberikan sensasi hangat. Kandungan jahe dan rempah lainnya membuat wedang uwuh terasa hangat ketika diminum. Bisanya membantu meredakan mual dan rasa tidak nyaman di perut akibat kembung.

2.       Mengandung antioksidan. Kayu secang, kayu manis, cengkih, dan beberapa rempah lainnya mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.

3.       Mendukung kenyamanan pencernaan. Jahe dan kapulaga secara tradisional banyak digunakan dalam minuman atau makanan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada sistem pencernaan.

4.       Memberikan aroma yang menenangkan. Perpaduan kayu manis, cengkih, daun pala, serai, dan kapulaga menghasilkan aroma rempah yang kuat dan khas.

5.       Menjadi pilihan minuman berbahan rempah: Berbeda dari minuman yang hanya menggunakan satu jenis bahan, wedang uwuh memadukan berbagai rempah dalam satu sajian.

Cara Membuat

Wedang uwuh dapat dibuat dengan merebus berbagai rempah hingga sari dan aromanya keluar. Jahe dan serai biasanya digeprek terlebih dahulu agar lebih mudah mengeluarkan aroma.

Setelah rempah direbus hingga air berubah warna dan aroma semakin kuat, seduhan dapat disaring kemudian ditambahkan gula batu atau gula Jawa sesuai selera. Wedang uwuh biasanya dinikmati dalam keadaan hangat.

Sebagai minuman tradisional, wedang uwuh menawarkan perpaduan rasa hangat dan aroma rempah dalam satu sajian.

Beragam bahan di dalamnya juga membuat minuman ini menarik untuk dinikmati sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari, selama dikonsumsi secukupnya.