Air tajin selama ini lebih sering dikenal sebagai minuman yang diberikan kepada bayi atau anak-anak. Cairan berwarna putih keruh ini merupakan air rebusan beras yang biasanya diambil sebelum seluruh air terserap menjadi nasi.
Karena teksturnya ringan dan sudah lama digunakan dalam tradisi masyarakat, air tajin kerap dianggap sebagai asupan sederhana untuk anak.
Padahal, air tajin tidak hanya dikonsumsi oleh anak-anak. Orang dewasa juga dapat mengonsumsinya sebagai salah satu olahan berbahan dasar beras. Kandungan pati di dalamnya membuat air tajin dapat menjadi sumber karbohidrat.
Air Tajin
Melansir dari laman Halodoc (19 Juni 2026), air tajin merupakan air rebusan beras yang diperoleh ketika beras dimasak menggunakan air dalam jumlah lebih banyak.
Selama proses pemasakan, sebagian pati dari beras larut ke dalam air sehingga menghasilkan cairan berwarna putih keruh dengan tekstur agak kental.
Berbeda dengan air cucian beras, air tajin diperoleh setelah beras mengalami proses pemasakan. Kandungan di dalamnya juga dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis beras, jumlah air, serta lama proses perebusan.
Sumber Karbohidrat
Salah satu kandungan utama air tajin berasal dari pati beras yang larut selama proses pemasakan. Pati merupakan karbohidrat yang digunakan tubuh sebagai salah satu sumber energi.
Karena itu, air tajin dapat memberikan tambahan asupan energi ketika dikonsumsi. Namun, kandungan nutrisinya tidak selengkap nasi atau beras utuh karena sebagian besar komponen zat gizi tetap berada pada butiran beras. Maka itu, air tajin bisa menjadi pelengkap, bukan makanan utama.
Menambah Asupan Cairan
Air tajin juga dapat berkontribusi terhadap asupan cairan tubuh karena sebagian besar volumenya berupa air. Teksturnya yang ringan membuatnya dapat menjadi pilihan minuman bagi orang yang kurang berselera dengan rasa yang kuat.
Saat kondisi tidak enak badan dan nafsu makan berkurang, air tajin dapat menjadi salah satu pilihan asupan ringan karena berasal dari beras yang telah dimasak dan memiliki tekstur cair.
Perawatan Kulit
Berbagai produk perawatan kulit bahkan menggunakan ekstrak beras sebagai salah satu bahannya. Sejumlah penelitian terhadap bahan berbasis beras menunjukkan potensi dalam membantu menjaga hidrasi dan fungsi pelindung kulit.
Namun, temuan tersebut tidak berarti air tajin buatan sendiri dapat secara langsung memutihkan kulit, mengecilkan pori-pori, atau mengatasi berbagai masalah kulit.
Cara Membuat
Beras yang sudah dicuci bersih dapat dimasak menggunakan air lebih banyak daripada takaran memasak nasi biasa. Ketika beras mulai matang dan air berubah menjadi putih keruh serta sedikit kental, air rebusan dapat dipisahkan.
Setelah itu, tunggu hingga suhunya cukup hangat sebelum dikonsumsi. Air tajin sebaiknya dibuat secukupnya dan segera dikonsumsi. Jika ingin disimpan, masukkan ke dalam wadah bersih dan simpan di lemari pendingin untuk menjaga kualitasnya.
Bukan Hanya untuk Anak
Meskipun sejak lama identik dengan asupan untuk bayi dan anak-anak, air tajin juga dapat dikonsumsi oleh orang dewasa.
Kandungan pati di dalamnya dapat memberikan karbohidrat, sementara bentuknya yang cair membuatnya mudah dikonsumsi sebagai asupan ringan.
Namun, manfaat tersebut tidak menjadikan air tajin sebagai pengganti makanan bergizi seimbang atau obat untuk penyakit tertentu.
Jadi, jika ingin mengonsumsinya, air tajin dapat ditempatkan sebagai salah satu bagian dari pola makan, bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi.






