Di tengah rutinitas yang padat, berbagai cara untuk melepas penat semakin banyak diminati. Selain meditasi dan yoga, ada pula metode relaksasi yang memanfaatkan suara sebagai bagian dari pengalaman menenangkan diri, yaitu sound bath.

Meski namanya mengandung kata bath yang berarti mandi, aktivitas ini sama sekali tidak melibatkan air.

Selama sesi berlangsung, peserta biasanya duduk atau berbaring dalam posisi nyaman sambil memusatkan perhatian pada suara yang terdengar.

Penasaran seperti apa sound bath dilaksanakan, melansir dari laman Kona Cloud Forest Sanctuary (17 Juli 2023), berikut penjelasannya.

Mengenal Sound Bath

Sound bath merupakan pengalaman relaksasi dan meditasi yang menggunakan suara serta getaran dari berbagai instrumen.

Suara tersebut dimainkan dalam rangkaian tertentu sehingga menciptakan suasana yang tenang dan membantu peserta memusatkan perhatian.

Dalam sesi sound bath, peserta tidak perlu memainkan alat musik. Mereka cukup berbaring atau duduk dengan nyaman, kemudian mendengarkan suara yang dihasilkan oleh praktisi.

Suara yang muncul juga tidak selalu berupa musik dengan melodi seperti lagu pada umumnya. Peserta dapat mendengar dengungan panjang, dentingan, ketukan, maupun suara yang menyerupai elemen alam.

Cara Melakukannya

Sesi sound bath umumnya dilakukan di ruangan yang tenang dan minim gangguan. Peserta dapat berbaring menggunakan matras atau duduk dalam posisi yang nyaman.

Setelah suasana dipersiapkan, praktisi mulai memainkan sejumlah instrumen dengan intensitas dan pola suara yang berbeda.

Peserta kemudian diarahkan untuk memusatkan perhatian pada suara sambil mengatur napas dan merilekskan tubuh.

Setiap orang dapat merasakan pengalaman yang berbeda selama sesi. Ada yang merasa lebih rileks, mengantuk, atau menjadi lebih fokus pada pikiran dan perasaan yang muncul.

Instrumen yang Digunakan

Pengalaman sound bath sangat dipengaruhi oleh instrumen yang digunakan. Beberapa alat yang umum digunakan antara lain:

  • Mangkuk bernyanyi, menghasilkan suara berdengung dan beresonansi ketika dipukul atau dimainkan menggunakan pemukul khusus.
  • Mangkuk kristal, menghasilkan nada yang jernih dan sering digunakan dalam sesi meditasi atau relaksasi.
  • Gong, menghasilkan suara yang kuat dan berlapis sehingga getarannya dapat memenuhi ruangan.
  • Lonceng dan garpu tala, menghasilkan bunyi dengan karakteristik serta frekuensi tertentu.
  • Gendang, menghasilkan ketukan berulang yang dapat menjadi bagian dari pengalaman meditasi.
  • Rain stick dan suara alam, menghadirkan suara yang menyerupai hujan, air, atau elemen alam lainnya.

Bisa Membantu Relaksasi

Suara dapat memengaruhi suasana hati dan perhatian seseorang. Ketika berada di lingkungan yang tenang sambil memusatkan perhatian pada suara tertentu, seseorang dapat mengambil jeda dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Dalam sound bath, proses mendengarkan suara secara terus-menerus menjadi bagian dari pengalaman relaksasi dan meditasi. Beberapa penelitian mengenai terapi suara juga menunjukkan potensi manfaat terhadap stres dan kesejahteraan, meskipun penelitian mengenai efektivitasnya masih terus berkembang.

Dengan demikian, sound bath lebih tepat dipandang sebagai aktivitas relaksasi atau terapi pelengkap, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Manfaat Sound Bath

Sound bath kerap dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan membantu seseorang mengambil waktu sejenak dari rutinitas.

Pengalaman mendengarkan suara secara terarah juga dapat menjadi kesempatan untuk beristirahat dan memusatkan perhatian pada diri sendiri.

Sebagian orang mungkin merasa lebih rileks atau mengantuk setelah mengikuti sesi. Ada pula yang menggunakannya sebagai bagian dari rutinitas meditasi. Namun, respons setiap orang terhadap pengalaman sound bath dapat berbeda.

Beristirahat Sejenak

Berbeda dari aktivitas relaksasi yang membutuhkan banyak gerakan, sound bath cukup dilakukan dengan mengambil posisi nyaman dan mendengarkan suara yang dihasilkan berbagai instrumen.

Di tengah kesibukan sehari-hari, pengalaman ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengambil jeda dan menciptakan suasana yang lebih tenang.

Jadi, meskipun tidak benar-benar berendam di dalam air, peserta sound bath seolah diajak untuk “terendam” dalam rangkaian suara.