Memilih kacamata bukan hanya soal bentuk bingkai atau model yang sedang tren. Jenis lensa juga perlu disesuaikan dengan kondisi mata dan aktivitas sehari-hari.
Pasalnya, setiap lensa memiliki material, fungsi, serta perlindungan yang berbeda.
Bagi orang dengan kelainan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, atau presbiopi, lensa korektif membantu mata melihat objek dengan lebih jelas. Namun, kebutuhan setiap orang bisa berbeda.
Ada yang membutuhkan lensa tipis untuk ukuran minus tinggi, ada pula yang memerlukan perlindungan terhadap sinar UV atau lensa yang nyaman digunakan di depan komputer.
Jenis Berdasarkan Material
Material menjadi salah satu hal yang membedakan lensa kacamata. Dahulu, lensa banyak dibuat dari kaca karena material ini cukup tahan terhadap goresan. Namun, lensa kaca cenderung lebih berat dan mudah pecah.
Saat ini, lensa plastik lebih banyak digunakan karena bobotnya ringan, lebih fleksibel, dan relatif lebih aman. Melansir dari laman Hello Sehat (14 Juni 2024), beberapa material yang umum digunakan antara lain:
1. Lensa Polikarbonat
Polikarbonat merupakan material lensa yang tipis, ringan, dan tahan terhadap benturan. Material ini juga memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviole. Cocok untuk orang yang aktif berolahraga.
2. Lensa Trivex
Lensa trivex dikenal memiliki ketahanan terhadap benturan. Dibandingkan polikarbonat, material ini memiliki kemampuan pembiasan cahaya yang lebih baik sehingga dapat memberikan penglihatan yang lebih jernih dengan distorsi yang lebih rendah.
3. Lensa Indeks Tinggi
Bagi orang yang memiliki ukuran minus atau plus cukup tinggi, lensa indeks tinggi dapat menjadi pilihan. Material ini memiliki indeks bias lebih tinggi sehingga lensa dapat dibuat lebih tipis dibandingkan lensa plastik biasa.
Lapisan Pelindung
Selain material, lensa kacamata dapat dilengkapi lapisan tertentu untuk menunjang kenyamanan dan perlindungan mata. Beberapa di antaranya adalah:
- Antirefleksi. Lapisan antirefleksi membantu mengurangi pantulan cahaya pada permukaan lensa. Dengan begitu, cahaya yang masuk ke mata dapat lebih optimal dan pandangan terasa lebih jelas.
- Antiultraviolet. Lapisan anti-UV membantu melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet.
- Photochromic. Lensa photochromic dapat berubah dari bening menjadi lebih gelap ketika terkena paparan cahaya di luar ruangan.
Cara Memilih Kacamata
Pilihan lensa sebaiknya tidak hanya didasarkan pada material atau tampilan lensa. Kebutuhan koreksi mata juga perlu diketahui melalui pemeriksaan mata.
Pemeriksaan refraksi dapat mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan kekuatan lensa yang diperlukan.
Setelah mengetahui kondisi mata, pemilihan material, lapisan pelindung, hingga jenis lensa dapat disesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.






