Zaman sekarang ini, rasa-rasanya orang akan sangat sulit untuk lepas dari layar gadget. Karena memang hampir semua aktivitas pasti ada hubungannya dengan benda yang satu ini, mulai dari kerja, kuliah, scroll medsos, maraton drama, semuanya dilakukan di depan layar.
Nggak heran, banyak orang yang akhirnya membeli kacamata anti radiasi atau blue light glasses dengan harapan biar matanya tetap sehat dan nggak minus karena kebanyakan nonton layar.
Tapi, emang bener ya, kacamata anti radiasi bisa mencegah mata minus? Faktanya menurut dokter spesialis mata dr. Azrina Nur, Sp.M, anggapan ini adalah MITOS, lho.
Dalam podcast qna.project bersama Ciputra SMG Eye Clinic, dr. Azrina menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kacamata anti radiasi mampu mencegah atau mengurangi mata minus.
Secara penelitian atau studi sama sekali tidak ada hubungannya. Banyak yang mengira supaya tidak minus harus memakai kacamata blue light, padahal yang jauh lebih penting adalah membatasi screen time,”
jelas dr. Azrina.
Filter Biru pada Lensa Anti Radiasi Bukan Penangkal Mata Minus
Blue light glasses memang memiliki lapisan penyaring cahaya biru. Namun, bukan berarti kacamata tersebut dapat menghentikan pertumbuhan mata minus.
Menurut dr. Azrina sekarang ini layar gadget sudah dirancang dengan tingkat cahaya biru yang aman untuk mata. Karena itu, penggunaan kacamata anti radiasi bukanlah syarat wajib bagi orang yang sehari-hari bekerja di depan komputer.
Kalau memang manfaatnya besar untuk mencegah gangguan mata, tentu akan ada anjuran resmi bagi semua pekerja yang setiap hari menatap layar. Faktanya, anjuran seperti itu tidak ada,”
ungkapnya.
Kenapa Mata Minus Justru Bisa Bertambah?
Alih-alih menyalahkan radiasi layar, dr. Azrina mengatakan penyebab utama mata minus berasal dari kombinasi faktor genetik dan kebiasaan.
Salah satu kebiasaan yang paling sering menjadi pemicu adalah terlalu lama melihat objek dekat tanpa jeda, misalnya bermain ponsel atau bekerja di depan laptop selama berjam-jam.
Saat mata terus dipaksa fokus melihat jarak dekat, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, bola mata anak dapat memanjang sehingga menyebabkan mata menjadi minus.
Karena itu, memakai kacamata anti radiasi tanpa mengurangi durasi penggunaan gadget tidak akan menghentikan perkembangan mata minus.
Jadi Worth It-kah Beli Kacamata Blue Light?
Meski tidak terbukti mencegah mata minus, filter cahaya biru masih bisa bermanfaat dalam kondisi tertentu.
Dr. Azrina menjelaskan bahwa cahaya biru lebih berpengaruh terhadap kualitas tidur dibandingkan kesehatan mata secara langsung.
Paparan cahaya biru menjelang waktu tidur dapat mengganggu ritme alami tubuh sehingga seseorang lebih sulit mengantuk.
Karena itu, jika sering menggunakan ponsel pada malam hari, pengguna bisa mengaktifkan fitur Night Mode atau Blue Light Filter yang sudah tersedia di sebagian besar smartphone.
Dengan fitur tersebut, warna layar menjadi lebih hangat atau kekuningan sehingga paparan cahaya biru berkurang dan tubuh lebih mudah bersiap untuk tidur.
Cara Menjaga Mata Tetap Sehat
Daripada hanya mengandalkan kacamata anti radiasi, dr. Azrina menyarankan untuk mulai memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Batasi screen time jika tidak benar-benar diperlukan.
- Istirahatkan mata secara berkala saat bekerja di depan layar.
- Jaga jarak pandang saat menggunakan laptop atau ponsel.
- Jangan mengucek mata terlalu sering karena dapat memengaruhi bentuk kornea.
- Segera periksa ke dokter mata jika penglihatan mulai buram atau sering terasa lelah.
Nah, menjaga kesehatan mata bukan soal membeli aksesori tertentu, tetapi membangun kebiasaan yang lebih sehat setiap hari.
Jadi, sebelum tergiur membeli kacamata anti radiasi demi mencegah mata minus, pastikan kamu sudah mengetahui fakta medis di balik klaim tersebut.





















