Bunga bugenvil selama ini lebih dikenal sebagai tanaman hias yang mempercantik halaman rumah. Warna bunganya yang cerah membuat tanaman ini mudah ditemukan di berbagai wilayah tropis.

Namun, di balik fungsinya sebagai penghias pekarangan, bugenvil juga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mulai diteliti sebagai sumber senyawa bioaktif.

Bagian Bugenvil

Bagian bunga dan brakteanya dapat diolah menjadi seduhan herbal. Sejumlah penelitian menemukan adanya senyawa fenolik dan flavonoid pada Bougainvillea spectabilis yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan, dilansir dari laman Halodoc (26 Agustus 2026).

Bougainvillea spectabilis yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan. Kandungan tersebut membuat bugenvil menarik untuk dikembangkan sebagai bahan minuman herbal.

Pemanfaatan bugenvil sebagai tanaman herbal sebenarnya bukan hal baru. Dalam penggunaan tradisional, beberapa bagian tanaman ini digunakan untuk membantu mengatasi sejumlah keluhan, termasuk batuk dan gangguan saluran pernapasan.

Kandungan Bermanfaat

Salah satu alasan bunga bugenvil menarik untuk diteliti adalah kandungan senyawa bioaktifnya. Penelitian terhadap Bougainvillea spectabilis menemukan adanya berbagai senyawa flavonoid dan fenolik pada ekstrak bunganya.

Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan kelompok senyawa yang banyak ditemukan pada tanaman. Keduanya dikenal memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi membantu melindungi sel dari paparan radikal bebas.

Braktea sendiri merupakan bagian tanaman yang sekilas tampak seperti bunga dan memiliki warna mencolok. Pada bugenvil, bagian inilah yang sering dianggap sebagai bunga karena ukurannya lebih besar dan berwarna cerah.

Dimanfaatkan untuk Batuk

Bugenvil juga memiliki riwayat penggunaan dalam pengobatan tradisional. Bunga atau bagian tanaman tertentu digunakan dalam berbagai ramuan herbal, salah satunya untuk membantu meredakan keluhan seperti batuk.

Sejumlah penelitian terhadap genus Bougainvillea menemukan adanya aktivitas biologis yang berpotensi berkaitan dengan efek antiinflamasi dan antimikroba.

Cara Membuat

Jika ingin mencoba membuat seduhan bunga bugenvil, bahan yang digunakan harus dipastikan bersih dan berasal dari tanaman yang aman untuk konsumsi.

Bunga dapat dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dikeringkan sebelum diseduh. Gunakan bagian yang memang diperuntukkan untuk konsumsi dan hindari bunga dari tanaman yang sebelumnya terkena pestisida atau bahan kimia untuk tanaman hias.

Seduhan juga dapat dibuat sederhana menggunakan bunga kering dan air panas. Jika ingin menambahkan rasa, madu dapat digunakan setelah seduhan tidak terlalu panas.

Jangan Asal Memetik

Meski bugenvil sering tumbuh di pekarangan, keberadaannya sebagai tanaman hias tidak otomatis membuat semua bagian tanaman aman untuk dikonsumsi.

Tanaman yang dirawat menggunakan pestisida atau bahan kimia tertentu dapat meninggalkan residu pada bagian tanaman.

Karena itu, bunga bugenvil yang akan digunakan sebagai bahan minuman sebaiknya berasal dari tanaman yang memang ditanam untuk dikonsumsi.

Konsumsi Secukupnya

Jangan mengonsumsi teh bugenvil dalam jumlah berlebihan dengan anggapan semakin banyak akan semakin memberikan manfaat. Terlebih, belum ada dasar yang cukup untuk menetapkan dosis konsumsi harian yang tepat.

Ibu hamil, ibu menyusui, orang yang sedang mengonsumsi obat, atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi seduhan bugenvil secara rutin.

Bunga bugenvil memang tidak hanya menarik sebagai penghias halaman. Kandungan flavonoid dan senyawa fenolik di dalamnya membuat tanaman ini memiliki potensi sebagai sumber bahan herbal. Apakah kamu sudah mencobanya?