Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa petani harus capek-capek mencabut rumput yang tumbuh di sekitar tanaman yang sedang mereka rawat?
Padahal kalau dilihat sekilas, rumput dan tanaman budidaya sama-sama tumbuhan. Lantas, mengapa rumput harus disingkirkan?
Nah, seorang kreator sekaligus petani dari Dieng lewat akun TikTok-nya @fahrurizan menjelaskan mengenai aktivitas yang sering dilakukan petani ini.
Menurutnya, rumput atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dapat bersaing dengan tanaman utama untuk mendapatkan air, unsur hara, cahaya matahari, dan ruang tumbuh.
Karena keduanya memang membutuhkan sumber daya yang sama untuk tumbuh.
Air dan Nutrisi
Tanaman membutuhkan berbagai sumber daya untuk tumbuh, seperti air, unsur hara, cahaya, dan ruang untuk tumbuh secara optimal.
Ketika gulma tumbuh di sekitar tanaman utama, akar keduanya dapat menyerap air dan nutrisi dari tanah yang sama.
Melansir dari United States Department of Agriculture (USDA), gulma dapat bersaing dengan tanaman budidaya untuk mendapatkan cahaya, air, dan nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama.
Artinya, air dan nutrisi di dalam tanah tidak hanya diserap oleh tanaman yang ditanam petani, rumput di sekitarnya juga ikut mengambilnya, dan semakin banyak gulma yang tumbuh, semakin besar pula persaingan untuk mendapatkan sumber daya yang jumlahnya terbatas.
Menghalangi Sinar Matahari
Persaingan tidak hanya terjadi dalam mendapatkan air dan nutrisi. Rumput yang tumbuh tinggi dan lebat juga dapat menaungi tanaman utama sehingga mengurangi cahaya yang diterimanya.
Padahal, cahaya matahari sangat penting bagi fotosintesis tanaman, yaitu proses yang digunakan tanaman untuk menghasilkan energi dari cahaya.
Dalam videonya, @fahrurizan juga memperlihatkan tanaman wortel dan kentangnya yang ditutupi oleh rumput.
Ketutup nih. Jadi cahaya menutupi tanaman utamanya,”
jelasnya.
Penjelasan tersebut sejalan dengan informasi dari UC Statewide Integrated Pest Management Program. Lembaga itu menyebutkan bahwa gulma dapat menaungi tanaman muda serta menyerap air dan nutrisi dari tanah.
Panen Bisa Menurun
Jika dibiarkan, gulma tidak hanya membuat lahan terlihat penuh rumput. Persaingan antara gulma dan tanaman utama dapat memengaruhi kekuatan pertumbuhan tanaman, jumlah panen, dan kualitas hasil pertanian.
University of Florida Extension menjelaskan bahwa gulma yang bersaing dengan tanaman sayuran untuk mendapatkan cahaya, air, dan nutrisi dapat menurunkan pertumbuhan, hasil panen, serta kualitas tanaman.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa gulma dapat menurunkan hasil kentang karena bersaing untuk mendapatkan cahaya, nutrisi, air, dan ruang.
Karena itu, mencabut rumput bukan sekadar upaya untuk membuat kebun terlihat lebih rapi, tapi memang ada alasan penting di balik pekerjaan yang tampak sederhana tersebut.
Mengapa Harus Rajin Dicabut?
Gulma dikenal sebagai tanaman yang dapat tumbuh cepat dan sangat kompetitif. Washington State University menjelaskan bahwa tanaman bisa saling bersaing untuk mendapatkan empat sumber daya utama yaitu cahaya, air, nutrisi, dan ruang.
Gulma juga akan tumbuh lebih dahulu bahkan bisa lebih unggul karena memiliki waktu lebih banyak untuk membentuk akar dan daun yang menyerap sumber daya tersebut. Itulah sebabnya pengendalian gulma menjadi salah satu pekerjaan penting dalam budidaya tanaman.
Pengendalian ini tidak selalu harus dilakukan dengan herbisida. Petani juga dapat mencabut atau mencangkul gulma, menggunakan mulsa, serta menerapkan metode lain sesuai kondisi lahan dan jenis tanaman.
Jadi, jika selama ini kamu melihat petani sibuk mencabut rumput satu per satu, itu bukan semata-mata karena rumput dianggap mengganggu pemandangan.
Mereka sedang mengurangi persaingan agar tanaman utama memperoleh akses yang lebih baik terhadap air, nutrisi, cahaya, dan ruang untuk tumbuh.






