Memasuki usia dewasa, ada beberapa orang yang tiba-tiba merasa tidak puas dengan rutinitas yang selama bertahun-tahun ia jalani. Seringkali hal ini membuat mereka ingin mencoba mencari hal-hal baru.
Perubahan seperti ini sering kali dikaitkan dengan istilah “pubertas kedua” pada pria. Padahal, menurut psikolog klinis Meity Arianty, kondisi ini dapat menjadi bagian dari fase evaluasi kehidupan atau midlife transition.
Lantas, apa saja tanda yang mungkin muncul ketika pria dewasa sedang berada dalam fase tersebut?
1. Mulai Mempertanyakan Tujuan Hidup
Di fase ini, seseorang bisa saja mulai mempertanyakan mengenai pencapaian dan arah kehidupan yang ia jalani. Bahkan bisa saja ia mempertanyakan kalau kehidupan yang ada saat ini apakah sudah sesuai dengan keinginannya apa belum.
2. Mulai Bosan dengan Rutinitas
Selain itu, ada juga yang mulai mengalami kejenuhan dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, dan ini merupakan hal yang lumrah terjadi apalagi jika aktifitas monoton ini terjadi selama bertahun-tahun lamannya.
Kondisi seperti ini dapat mendorong seseorang untuk mengeksplor pengalaman atau kegiatan baru yang dianggap lebih bermakna.
3. Ingin Mencoba Pengalaman Baru
Orang di fase ini juga bisa memunculkan keinginan untuk mempelajari sesuatu yang baru, mencari hobi baru, atau bisa juga mengubah penampilan, bahkan gaya hidup sekalipun.
Menurut Meity, sebenarnya perubahan-perubahan seperti bukan secara otomatis menunjukkan seseorang sedang bingung cari jati diri mereka di usia yang sudah dewasa. Namun, hal seperti ini justru bisa menjadi bagian dari perkembangan yang sehat.
4. Ingin Kembali Merasa Dibutuhkan
Pada fase evaluasi hidup, seseorang bisa saja muali mencari kembali rasa dihargai atau dibutuhkan. Kebutuhan ini dapat berkaitan dengan perubahan peran dalam keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan sosial.
5. Mulai Mengubah Prioritas
Seseorang mungkin mulai memikirkan kembali apa yang sebenarnya penting dalam hidupnya. Dan bisa saja muncul keinginan untuk mengubah pekerjaan, mencari aktivitas baru, atau menata kembali tujuan hidup dapat muncul sebagai bagian dari proses tersebut.
Namun, Meity mengingatkan bahwa perubahan perubahan seperti tidak otomatis merujuk pada hal yang negatif. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara seseorang meresponsnya.
Perubahan mulai perlu mendapat perhatian apabila disertai perilaku sangat impulsif, konflik berat dengan pasangan atau keluarga, keputusan besar secara tiba-tiba, kehilangan kontrol terhadap perilaku, atau sudah mengganggu pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, istilah “pubertas kedua” sebaiknya tidak digunakan untuk buru-buru memberi label pada perubahan seseorang. Bisa jadi, pria tersebut sedang berada dalam fase untuk mengevaluasi kembali kehidupannya dan menentukan arah yang ingin dijalani.






