Diving menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati untuk menikmati keindahan dunia bawah laut. Selain menawarkan pengalaman rekreasi, aktivitas menyelam juga membuat tubuh tetap aktif bergerak selama berada di dalam air.
Namun, diving bukan aktivitas yang sepenuhnya bebas risiko. Keamanan saat menyelam dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari kondisi fisik penyelam, kemampuan dan pengalaman.
Selain itu, kedalaman penyelaman, kondisi arus, hingga jenis penyelaman yang dilakukan juga perlu jadi perhatian.
Karena itu, memahami manfaat sekaligus risiko diving penting dilakukan sebelum mencoba aktivitas ini. Pengetahuan tersebut bisa bantu penyelam mempersiapkan kondisi tubuh dan perlengkapan dengan lebih baik serta mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi selama berada di bawah air.
Lantas, apa saja manfaat dan risiko diving yang perlu diketahui? Dilansir dari laman Good Doctor, 28 September 2026, berikut penjelasan lengkapnya.
Melibatkan Aktivitas Fisik
Diving bukan sekadar berada di dalam air. Penyelam perlu menggerakkan kaki, menjaga keseimbangan, mengatur posisi tubuh, dan menyesuaikan gerakan dengan kondisi air.
Aktivitas itu membuat diving bisa menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik rekreasional. Beban fisiknya dapat berbeda tergantung jenis penyelaman, kondisi perairan, kedalaman, dan lama seseorang berada di dalam air.
Karena aktivitas diving bukan sekedar renang bebas, maka itu, kondisi fisik tetap perlu diperhatikan sebelum melakukan aktivitas ini.
Rekreasi yang Menyenangkan
Selain melibatkan aktivitas fisik, diving juga dapat menjadi aktivitas rekreasi yang memberikan pengalaman berbeda karena dilakukan di lingkungan bawah laut.
Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2020 mengamati 176 penyelam scuba dan 70 pengguna pantai di kawasan Cap de Creus, Spanyol.
Penelitian ini menemukan adanya perubahan positif pada suasana hati setelah melakukan aktivitas di lingkungan laut.
Risiko Tenggelam
Salah satu risiko paling serius dalam aktivitas menyelam adalah tenggelam. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang panik, kelelahan, mengalami kram, kehilangan orientasi, atau tidak mampu menghadapi kondisi perairan.
Risiko juga dapat meningkat ketika seseorang melakukan penyelaman di luar kemampuan atau menghadapi perubahan kondisi lingkungan yang tidak terduga.
Karena itu, penyelam perlu memahami kemampuan diri dan kondisi lokasi sebelum masuk ke air. Pada penyelaman di perairan terbuka, mengikuti arahan instruktur atau pemandu serta tidak menyelam sendirian dapat menjadi bagian dari upaya keselamatan.
Perubahan Tekanan
Semakin dalam seseorang menyelam, semakin besar tekanan air yang diterima tubuh. Perubahan tekanan terutama bisa dirasakan pada bagian tubuh yang memiliki ruang udara, seperti telinga dan sinus.
Karena itu, seseorang bisa merasakan sakit atau tekanan pada telinga saat turun atau naik dari kedalaman tertentu. Penyelam perlu memahami teknik untuk menyesuaikan tekanan dan tidak memaksakan diri ketika merasa sakit.
Adapun untuk jenis penyelaman tertentu, terutama scuba diving, perubahan tekanan juga berkaitan dengan risiko penyakit dekompresi atau decompression sickness (DCS). Jika rasa tak nyaman terus muncul, penyelaman sebaiknya dihentikan dan penyelam kembali ke kondisi yang lebih aman.
Scuba Diving
Tak semua diving menggunakan peralatan yang sama. Freediving dilakukan dengan mengandalkan satu tarikan napas. Sementara, scuba diving menggunakan peralatan seperti tabung udara, regulator, masker, fin, dan buoyancy compensator device (BCD).
Peralatan tersebut perlu diperiksa sebelum digunakan. Pada scuba diving, penyelam juga perlu mengikuti prosedur naik ke permukaan dan tidak menahan napas ketika melakukan ascent untuk mengurangi risiko cedera akibat perubahan tekanan.
Karena itu, scuba diving sebaiknya dilakukan dengan pelatihan yang sesuai agar penyelam memahami penggunaan peralatan dan prosedur keselamatan.
Persiapan Penting
Diving bisa jadi aktivitas rekreasi yang menyenangkan. Namun, keselamatan tetap perlu menjadi perhatian.
Sebelum menyelam, kenali kemampuan diri, perhatikan kondisi cuaca dan perairan, serta jangan memaksakan diri ketika tubuh sedang tidak fit.
Penyelam juga perlu memahami karakteristik lokasi, mengikuti arahan instruktur atau pemandu, dan menggunakan perlengkapan yang sesuai.
Dengan persiapan yang baik, pengalaman menikmati dunia bawah laut dapat dilakukan dengan lebih aman tanpa mengabaikan risiko yang mungkin muncul.






