Perjalanan jauh, terutama dengan melintasi beberapa zona waktu, tak jarang membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Setelah tiba di tempat tujuan, seseorang bisa mengalami sulit tidur, sakit kepala, sulit berkonsentrasi hingga perubahan emosi.
Kondisi tersebut umumnya dikenal sebagai jet lag. Lantas, apa Itu jet lag?
Mengutip dari laman clevelandclinic, Selasa, 29 September 2026, jet lag merupakan kumpulan gejala yang dapat muncul setelah seseorang melakukan perjalanan jauh. Efek jet lag terutama usai menggunakan pesawat dan melintasi zona waktu yang berbeda.
Perubahan waktu secara tiba-tiba dapat membuat ritme sirkadian atau jam biologis tubuh belum langsung menyesuaikan diri dengan waktu di tempat tujuan. Kondisi inilah yang kemudian bisa memengaruhi pola tidur, konsentrasi, hingga kondisi emosional.
Selain perubahan zona waktu, perjalanan menggunakan pesawat juga melibatkan perubahan kondisi lingkungan, termasuk tekanan udara dan kelembapan di dalam kabin, yang dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman.
Kenali Gejala Jet Lag
Gejala jet lag dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa keluhan yang umum dirasakan setelah tiba di tempat tujuan antara lain:
Sulit berkonsentrasi, perubahan emosi yang tidak stabil, sakit kepala, sulit tidur pada malam hari atau insomnia.
Keluhan tersebut biasanya terasa ketika tubuh belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan zona waktu baru.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu tubuh menyesuaikan diri setelah perjalanan jauh.
- Berjemur di bawah sinar matahari
Paparan sinar matahari secara langsung dapat membantu tubuh menyesuaikan diri dengan lingkungan dan waktu setempat. Aktivitas ini juga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.
- Atur kembali jadwal tidur
Perubahan zona waktu dapat membuat pola tidur ikut berubah. Karena itu, segera biasakan diri untuk tidur dan bangun mengikuti waktu di tempat tujuan.
- Beri waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan makanan
Saat berlibur, mencoba makanan khas daerah tujuan tentu menjadi salah satu hal yang menarik. Namun, ketika tubuh sedang mengalami jet lag, disarankan untuk tidak terlalu banyak mengubah pola makan secara tiba-tiba.
Selama satu hingga dua hari pertama, konsumsi makanan yang sudah biasa dikonsumsi dapat menjadi pilihan agar tubuh lebih mudah beradaptasi.
- Hindari kafein dan alkohol
Minuman berkafein seperti kopi maupun alkohol sebaiknya dihindari ketika mengalami jet lag, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi air mineral untuk bantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama proses adaptasi.
Biasanya Hanya Bersifat Sementara
Jet lag umumnya akan membaik setelah tubuh mulai menyesuaikan diri dengan zona waktu baru. Pada sebagian orang, gejalanya dapat hilang dalam satu hingga dua hari setelah tiba di tempat tujuan.
Namun, lamanya proses pemulihan dapat berbeda-beda, antara lain bergantung pada seberapa jauh perjalanan dan berapa banyak zona waktu yang dilewati.
Dengan mengatur kembali waktu tidur, mendapatkan paparan sinar matahari, menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan cairan. Selain itu, tubuh dapat lebih terbantu dalam melewati masa adaptasi setelah perjalanan jauh.






