Pernah merasa rambut lebih banyak rontok setelah seharian dikuncir? Apalagi kalau rambut diikat sangat kencang agar tidak mengganggu aktivitas.
Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus, tarikan pada rambut dapat menimbulkan masalah rambut.
Salah satu kondisi yang dapat terjadi akibat tarikan rambut secara berulang adalah traction alopecia.
Kondisi ini merupakan kerontokan rambut yang dipicu oleh gaya rambut yang memberikan tekanan atau tarikan terus-menerus pada folikel rambut.
Kunciran yang terlalu kencang, terutama jika menjadi kebiasaan sehari-hari, termasuk salah satu pemicunya.
Traction Alopecia
Melansir dari laman Healthline pada 7 Februari 2023, traction alopecia adalah jenis kerontokan rambut yang terjadi karena rambut terus-menerus tertarik.
Kondisi ini biasanya berkaitan dengan gaya rambut yang membuat rambut berada dalam posisi tertarik dalam waktu lama, misalnya dikuncir atau disanggul.
Pada tahap awal, kerontokan akibat tarikan dapat membaik apabila sumber tarikan dihentikan. Namun, jika rambut terus mengalami tekanan dalam waktu lama, folikel rambut dapat mengalami kerusakan yang lebih serius dan berpotensi menyebabkan kerontokan permanenen.
Terjadi pada Wanita
Traction alopecia lebih banyak ditemukan pada wanita, terutama karena gaya rambut yang memberikan tarikan berulang seperti kunciran, sanggul, kepang, hair extension, dan weave.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Dermatology pada 2007 menemukan prevalensi traction alopecia sebesar 31,7 persen pada wanita, dibandingkan 2,2 persen pada pria.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa prevalensi lebih tinggi pada wanita yang menggunakan extension pada rambut yang telah diberi bahan kimia pelurus. Kondisi ini juga dapat terjadi pada siapa saja jika rambut terus-menerus mendapatkan tarikan yang kuat.
Kunciran Membebani Folikel Rambut
Ketika rambut dikuncir terlalu kencang, helaian rambut terus berada dalam kondisi tertarik dari akarnya. Jika dilakukan berulang kali, tarikan tersebut dapat memberikan tekanan pada folikel rambut.
Semakin sering rambut ditarik dengan cara yang sama, semakin besar pula risiko terjadinya kerusakan. Karena itu, bukan hanya seberapa kencang rambut diikat, tetapi juga seberapa sering dan berapa lama rambut berada dalam kondisi tertarik yang perlu diperhatikan.
Risiko ini dapat semakin meningkat jika rambut juga mengalami kerusakan akibat penggunaan bahan kimia atau panas secara berlebihan.
Tanda-Tanda Awal
Traction alopecia tidak selalu langsung terlihat sebagai kebotakan. Pada tahap awal, kondisi ini dapat ditandai dengan munculnya benjolan kecil di kulit kepala yang menyerupai jerawat.
Selain itu, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
· Rambut patah atau semakin menipis di area yang sering tertarik.
· Kulit kepala terasa nyeri atau perih.
· Kulit kepala terasa gatal.
· Muncul kemerahan atau sisik pada kulit kepala.
· Terjadi peradangan pada folikel rambut.
Area yang mengalami kerontokan biasanya berada di bagian yang paling sering mendapatkan tarikan. Jika seseorang selalu menggunakan kunciran tinggi dan ketat, misalnya, bagian rambut yang mengalami tekanan terus-menerus dapat menjadi lebih rentan mengalami kerontokan.
Bisa Menjadi Permanen
Kerontokan akibat tarikan pada dasarnya dapat dicegah dengan mengurangi kebiasaan yang memberikan tekanan pada rambut. Pada tahap awal, menghentikan atau mengurangi tarikan dapat membantu rambut kembali tumbuh.
Namun, jika tarikan berlangsung terus-menerus hingga folikel rambut mengalami kerusakan dan terbentuk jaringan parut, rambut pada area tersebut dapat sulit atau bahkan tidak dapat tumbuh kembali.
Karena itu, jika rambut mulai sering rontok, patah, menipis, atau kulit kepala terasa sakit setelah sering dikuncir, jangan anggap sebagai masalah sepele.
Mengubah kebiasaan mengikat rambut sejak dini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan rambut yang lebih berat.






