Karena bobot dan kecepatannya, kecelakaan dapat terjadi ketika kendaraan hias kehilangan kendali atau peserta terjatuh.
Risiko tersebut membuat danjiri bukan sekadar tontonan budaya, tetapi juga tradisi yang membutuhkan kekompakan dan kewaspadaan tinggi.
Festival Danjiri
Dilansir dari laman Japan National Tourism Organization (JNTO), danjiri adalah sebutan untuk kendaraan hias tradisional berukuran besar yang terbuat dari kayu.
Bentuknya menyerupai bangunan atau kuil mini dengan ukiran yang sangat detail. Setiap danjiri dapat memiliki desain dan ornamen yang berbeda sesuai dengan daerah atau kelompok masyarakat yang memilikinya.
Pada Festival Kishiwada, danjiri dihias dengan ukiran yang menggambarkan berbagai kisah, mulai dari peperangan pada masa lampau hingga cerita rakyat. Kendaraan hias tersebut juga memiliki bobot yang sangat besar.
Beratnya Empat Ton
JNTO menyebut danjiri yang digunakan dalam festival dapat memiliki berat lebih dari empat ton. Karena itu, menarik danjiri membutuhkan banyak orang.
Lebih dari 100 orang dapat terlibat dalam satu prosesi untuk menggerakkan kendaraan hias tersebut menyusuri jalanan kota.
Salah satu hal yang membuat Festival Danjiri berbeda dari parade kendaraan hias pada umumnya adalah cara danjiri digerakkan.
Danjiri ditarik beramai-ramai menggunakan tali. Para peserta kemudian membawa kendaraan hias tersebut melaju dengan cepat melewati jalanan.
Ketika sampai di persimpangan, mereka melakukan yarimawashi, yaitu manuver membelokkan danjiri secara tajam.
Menjadi Atraksi Fenomenal
Atraksi inilah yang menjadi salah satu bagian paling menegangkan dalam Festival Kishiwada Danjiri.
Kendaraan hias yang bobotnya mencapai beberapa ton harus diarahkan agar dapat berbelok tanpa menabrak bangunan atau kehilangan keseimbangan.
Di atas danjiri, terdapat orang yang dikenal sebagai daiku-gata. Ia berdiri dan bergerak di bagian atas kendaraan hias sambil memberikan aba-aba kepada para peserta. Pemandangan tersebut membuat suasana festival semakin meriah.
Persiapan Berbulan-bulan
Di balik kemeriahan festival, terdapat proses panjang yang dilakukan masyarakat setempat. Danjiri bukan sekadar kendaraan yang digunakan sekali dalam sebuah acara.
Masyarakat di setiap lingkungan turut merawat dan mempersiapkan kendaraan hias tersebut sebagai bagian dari tradisi komunitas.
Ukiran pada danjiri juga menjadi salah satu daya tarik utama. Detail yang terdapat pada bagian kayunya menggambarkan cerita sejarah, peperangan, tokoh, maupun cerita rakyat.
Karena itu, festival ini tidak hanya menunjukkan kemampuan peserta dalam menarik kendaraan berbobot besar, tetapi juga memperlihatkan keterampilan seni pertukangan dan ukiran kayu yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Digelar Kapan?
Festival Danjiri tidak hanya berlangsung di satu wilayah Jepang. Berbagai daerah di wilayah Kansai memiliki festival danjiri dengan waktu dan bentuk perayaan yang berbeda.
Namun, Kishiwada Danjiri Matsuri yang paling terkenal biasanya berlangsung pada September, khususnya sekitar pertengahan hingga akhir September.
JNTO memasukkannya sebagai salah satu festival paling dramatis yang berlangsung pada pertengahan September.
Di Kishiwada sendiri, terdapat rangkaian festival pada September dan Oktober, dengan jadwal yang berbeda berdasarkan wilayah penyelenggara. Pada 2026, misalnya, festival wilayah Kishiwada dan Haruki berlangsung pada 19–20 September, sedangkan sejumlah wilayah lain menyelenggarakannya pada Oktober.
Lebih dari 300 Tahun
Festival Kishiwada Danjiri memiliki sejarah panjang. Pemerintah Kota Kishiwada menyebut festival ini telah berlangsung selama lebih dari 300 tahun dan bermula pada zaman Edo.
Tradisi tersebut dikaitkan dengan kegiatan yang dilakukan penguasa Kishiwada untuk memohon hasil panen yang melimpah. Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival masyarakat yang diwariskan hingga sekarang.
Hingga saat ini, masyarakat setempat masih menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menarik, mengatur, merawat, dan mempersiapkan danjiri.