Mengenal Sistem Matrilineal
Melansir dari laman Geonusantara tahun 2018, matrilineal adalah sistem kekerabatan yang menentukan garis keturunan berdasarkan pihak ibu.
Dalam masyarakat Minangkabau, seseorang mengikuti suku ibunya sejak lahir. Jika seorang ibu berasal dari suku Koto, misalnya, anak-anaknya juga menjadi anggota suku Koto.
Sistem ini berbeda dari sistem patrilineal yang menarik garis keturunan melalui ayah. Namun, matrilineal tidak berarti masyarakat Minangkabau mengabaikan peran laki-laki.
Ayah tetap memiliki kedudukan penting dalam keluarga, sedangkan hubungan kekerabatan adat juga melibatkan saudara laki-laki dari pihak ibu, yang dikenal sebagai mamak.
Mengapa Diambil dari Ibu?
Sistem matrilineal berkaitan erat dengan struktur sosial dan adat yang berkembang dalam masyarakat Minangkabau sejak lama.
Keturunan melalui ibu menjadi dasar untuk menjaga kesinambungan suku, hubungan antarkerabat, dan kepemilikan harta pusaka dalam suatu kelompok keluarga.
Perempuan memiliki posisi penting karena menjadi penghubung garis keturunan antargenerasi. Melalui mereka, keanggotaan suku tetap berlanjut dari ibu kepada anak-anaknya.
Meski demikian, sistem ini tidak dapat disederhanakan sebagai bukti bahwa perempuan memegang seluruh kekuasaan dalam masyarakat. Pembagian peran dalam adat Minangkabau melibatkan perempuan dan laki-laki dengan tanggung jawab yang berbeda.
Bundo Kanduang dan Mamak
Dalam adat Minangkabau, perempuan sering dikaitkan dengan konsep Bundo Kanduang, yaitu figur perempuan yang memiliki kedudukan terhormat dalam keluarga dan masyarakat.
Perempuan berperan dalam menjaga keberlangsungan keluarga serta nilai-nilai adat.
Sementara itu, mamak adalah saudara laki-laki dari ibu yang memiliki tanggung jawab adat terhadap kemenakannya. Dalam konteks tradisional, mamak berperan dalam membimbing kemenakan, membantu menyelesaikan persoalan keluarga, dan menjaga kepentingan kaum.
Adapun ayah, yang dalam budaya Minangkabau disebut sumando dalam hubungannya dengan keluarga istrinya, tetap menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua bagi anak-anaknya.
Dengan demikian, sistem matrilineal mengatur garis keturunan dan hubungan adat, bukan menghapus peran ayah dalam kehidupan keluarga.
Masih Bertahan hingga Sekarang
Sistem matrilineal masih menjadi bagian penting dari identitas budaya Minangkabau. Meskipun masyarakat mengalami perubahan akibat pendidikan, urbanisasi, pekerjaan, dan perkembangan zaman, konsep suku, kaum, serta harta pusaka tetap memiliki arti dalam berbagai komunitas Minangkabau.
Penelitian mengenai kekerabatan dan pewarisan adat Minangkabau juga menunjukkan bahwa adat berinteraksi dengan perubahan sosial serta ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, praktiknya dapat berbeda antara satu keluarga atau daerah dengan daerah lainnya.
Memahami sistem matrilineal membantu kita melihat bahwa struktur keluarga di Indonesia sangat beragam.
Dalam masyarakat Minangkabau, garis keturunan melalui ibu bukan hanya aturan tentang nama suku, melainkan juga bagian dari sistem sosial yang menjaga hubungan antargenerasi, identitas kaum, dan kesinambungan adat.