Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Api Masih Membara, Tapi Suahasil Sudah Dorong Investasi Sawit? Netizen: Habis Sudah

Viral di media sosial unggahan akun Instagram @voxpolitikid yang menyoroti ajakan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazar untuk meningkatkan investasi swasta di industri kelapa sawit ramai dikomentari netizen.

Personel Manggala Agni berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Personel Manggala Agni berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Viral di media sosial unggahan akun Instagram @voxpolitikid yang menyoroti ajakan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazar untuk meningkatkan investasi swasta di industri kelapa sawit ramai dikomentari netizen.

Pasalnya, statement tersebut muncul saat Indonesia tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berlangsung dari awal tahun 2026.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 12 Oktober 2026, sebanyak 639,23 hektare lahan masih dalam penanganan Karhutla di enam provinsi prioritas.

Iklan

Kebakaran terluas berada di Kalimantan Tengah, termasuk 513,89 hektare di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Namun, isi siaran pers Kementerian Keuangan yang disampaikan pada 13 Oktober 2026 itu sebenarnya berasal dari forum Plantation360: Mobilizing Private Capital for More and Better Jobs di Bangkok, Thailand.

Forum tersebut diselenggarakan oleh EDS16 dan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) dalam rangkaian agenda yang berkaitan dengan World Bank.

Investasi Sawit

Dalam forum tersebut, Suahasil menegaskan bahwa investasi sawit tidak cukup hanya mengejar besarnya modal, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi pekebun dan seluruh rantai industri.

Pertanyaan pentingnya bukan hanya seberapa besar modal yang dapat kita mobilisasi. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah ke mana modal tersebut mengalir dan apa hasil yang dapat dicapai,”

ujar Suahasil, dikutip dari siaran pers Kementerian Keuangan, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan nilai ekonomi industri sawit harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

Menurutnya, penegakan hukum diperlukan untuk memastikan kegiatan perkebunan berjalan sesuai ketentuan dan menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Meski demikian, konteks pemaparan tersebut tidak meredam kritik yang terus muncul di kolom komentar unggahan @voxpolitikid.

Sejumlah netizen menyampaikan kekecewaan mereka melalui komentar singkat. Salah satunya datang dari akun @prassalli yang mengaku tidak tahu lagi harus berkata apa.

Udah gak tau mau ngomong apa lagi. Habis sudah,”

tulis @prassalli.

Ada pula netizen yang menyampaikan kritik secara langsung kepada Suahasil. Akun @rafli_ez menuliskan komentar bernada sindiran terkait kebijakan yang disorot dalam unggahan tersebut.

Bersama suahasil ga ada hasil,”

komentar @rafli_ez.

Isu kebakaran hutan juga menjadi bahan sindiran netizen. Akun @derrygautama melontarkan gurauan yang menghubungkan Karhutla dengan rencana pemerintah.

Karhutla bukan bencana nasional, tapi rencana nasional,”

gurau @derrygautama.

Kritik lain juga datang dari akun @cnniken yang menghubungkan isu tersebut dengan pergantian Menteri Keuangan.

Inilah kenapa purbaya diganti. Krn pemerintah lebih butuh orang kek gini,”

sindir @cnniken.

Sementara itu, akun @tono_2526 mengaitkan dorongan investasi sawit dengan kebakaran hutan yang terjadi di luar Pulau Jawa.

Terjawab sdh kenapa byk hutan di luar pulau Jawa pada terbakar….”

komentar @tono_2526.

Iklan