Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Menkes Nggak Hentikan Sumber Asap tapi Minta Warganya Beradaptasi, Netizen: Kita Disuruh Pasrah?

Tidak bisa menghentikan sumber asap, Menkes Budi ajak masyarakat terdampak kurangi aktivitas diluar ruangan, netizen auto nyinyir.

Petugas gabungan menyemprotkan air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau
Petugas gabungan menyemprotkan air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/agr)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kemenkes tidak bisa menghentikan sumber asap akibat karhutla, dan meminta warga yang terdampak untuk beradaptasi serta membatasi aktivitas di luar rumah.

Netizen ramai-ramai pertanyakan solusi yang diberikan disaat paparan asap mengancam kesehatan warga.

Sorotan ini muncul setelah akun X @LambeSahamjja mengunggah pernyataan Menkes Budi yang menyebut Kemenkes tidak bisa menghentikan asap.

Iklan

Budi mengungkapkan saat ini langkah yang bisa dilakukan dari sisi kesehatan adalah melindungi masyarakat agar tidak terlalu banyak terpapar asap.

Kami (Kemenkes) tidak bisa menghentikan asapnya. Dengan kondisi alam yang ada saat ini, kita sebagai manusia harus mau beradaptasi,”

Kata Budi dikutip dari Instagram @balikpapanku pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Menkes Minta Warga Batasi Aktivitas

Selain itu, Menkes juga meminta masyarakat di wilayah terdampak membatasi kegiatan di luar rumah untuk mengurangi paparan asap yang dapat menganggu kesehatan, terutama saluran pernafasan.

Budi menyarankan warga tetap di rumah bila tidak ada keperluan mendesak, seperti membeli makanan atau keperluan lainnya.

Apabila beraktivitas diluar ruangan, Budi menghimbau agar masyarakat menggunakan masker, terutama masker N95, kaca mata, dan pakaian lengan panjang.

Kemenkes menyatakan upaya perlindungan kesehatan juga dilakukan melalui pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan, termasuk penyediaan obat-obatan di pukesmas wilayah terdampak.

Netizen Pertanyakan Solusi Pemerintah

Meskipun imbauan tersebut ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, pernyataan Menkes Budi justru memancing kritik netizen.

Sebagain netizen X menilai masyarakat tidak cukup hanya diminta membatasi aktivitas, sementara persoalan kabut asap perlu ditangani.

Seperti yang diutarakan akun @mintandmorrow, ia mempertanyakan keterpihakan pemerintah terhadap warga yang terdampak.

Rakyat disuruh mengurung diri melawan racun asap, sementara korporasi perusak lahan tak tersentuh. Warga megap-megap, pemerintah cuma kasih imbauan. Rakyat disuruh bertahan, pelaku dibiarkan. Negara hadir buat siapa?”

tulisnya

Kritik serupa juga disampaikan oleh akun @akusukasklipete yang berkomentar meskipun masyarakat tidak keluar rumah namun asap karhutla tetap masuk dalam rumah.

Ih bodoh banget, asepnya kan masuk rumah bodoh!!!!”

sindirnya.

Ada juga yang mempertanyakan narasi pemerintah salam merespon kabut asap.

Sekabinet kok begini semua narasinya? Kita disuruh pasrah banget nih pak?”

geram @ferifrendi.

Akun @fun_tasee bahkan menyampaikan kritik terhadap pernyataan Menkes. Ia menilai imbauan tersebut tidak cukup menggambarkan kesulitan warga yang harus menghirup asap dalam waktu lama.

Omongan dari orang yg tidak menghirup asap dampak dari kebakaran hutan selama berbulan-bulan gini ga perlu digubris,”

sindirnya.

Di sisi lain, akun @isfantasea_ menilai persoalannya bukan semata-mata kemampuan Kemenkes untuk menghentikan asap, melainkan solusi yang ditawarkan kepada masyarakat terdampak.

Siapa juga yang mampu menghentikan asap? Kami juga ga nyuruh kemenkes menghentikan asap, statementnya memberikan solusi bgt tuh,”

tulisnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.