Budi mengungkapkan saat ini langkah yang bisa dilakukan dari sisi kesehatan adalah melindungi masyarakat agar tidak terlalu banyak terpapar asap.
Kami (Kemenkes) tidak bisa menghentikan asapnya. Dengan kondisi alam yang ada saat ini, kita sebagai manusia harus mau beradaptasi,”
Kata Budi dikutip dari Instagram @balikpapanku pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Menkes Minta Warga Batasi Aktivitas
Selain itu, Menkes juga meminta masyarakat di wilayah terdampak membatasi kegiatan di luar rumah untuk mengurangi paparan asap yang dapat menganggu kesehatan, terutama saluran pernafasan.
Budi menyarankan warga tetap di rumah bila tidak ada keperluan mendesak, seperti membeli makanan atau keperluan lainnya.
Apabila beraktivitas diluar ruangan, Budi menghimbau agar masyarakat menggunakan masker, terutama masker N95, kaca mata, dan pakaian lengan panjang.
Kemenkes menyatakan upaya perlindungan kesehatan juga dilakukan melalui pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan, termasuk penyediaan obat-obatan di pukesmas wilayah terdampak.
Netizen Pertanyakan Solusi Pemerintah
Meskipun imbauan tersebut ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, pernyataan Menkes Budi justru memancing kritik netizen.
Sebagain netizen X menilai masyarakat tidak cukup hanya diminta membatasi aktivitas, sementara persoalan kabut asap perlu ditangani.
Seperti yang diutarakan akun @mintandmorrow, ia mempertanyakan keterpihakan pemerintah terhadap warga yang terdampak.
Rakyat disuruh mengurung diri melawan racun asap, sementara korporasi perusak lahan tak tersentuh. Warga megap-megap, pemerintah cuma kasih imbauan. Rakyat disuruh bertahan, pelaku dibiarkan. Negara hadir buat siapa?”
tulisnya
Kritik serupa juga disampaikan oleh akun @akusukasklipete yang berkomentar meskipun masyarakat tidak keluar rumah namun asap karhutla tetap masuk dalam rumah.
Ih bodoh banget, asepnya kan masuk rumah bodoh!!!!”
sindirnya.
Ada juga yang mempertanyakan narasi pemerintah salam merespon kabut asap.
Sekabinet kok begini semua narasinya? Kita disuruh pasrah banget nih pak?”
geram @ferifrendi.
Akun @fun_tasee bahkan menyampaikan kritik terhadap pernyataan Menkes. Ia menilai imbauan tersebut tidak cukup menggambarkan kesulitan warga yang harus menghirup asap dalam waktu lama.
Omongan dari orang yg tidak menghirup asap dampak dari kebakaran hutan selama berbulan-bulan gini ga perlu digubris,”
sindirnya.
Di sisi lain, akun @isfantasea_ menilai persoalannya bukan semata-mata kemampuan Kemenkes untuk menghentikan asap, melainkan solusi yang ditawarkan kepada masyarakat terdampak.
Siapa juga yang mampu menghentikan asap? Kami juga ga nyuruh kemenkes menghentikan asap, statementnya memberikan solusi bgt tuh,”
tulisnya.