Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Jepang Perkuat Diplomasi dengan Muslim Indonesia, Bidik Pesantren hingga Anak Muda

Jepang memperkuat diplomasi dengan Muslim Indonesia melalui pertukaran pemimpin pesantren dan program JENESYS yang menyasar generasi muda.

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Jamhari Makruf
Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Jamhari Makruf (Foto: OWRITE/Ani Ratnasari)

Pemerintah Jepang berupaya memperluas hubungan dengan masyarakat Muslim Indonesia melalui program pertukaran pemimpin pesantren hingga generasi muda. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman lintas budaya.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi mengatakan pemerintahnya akan melanjutkan penguatan hubungan dengan masyarakat Muslim Indonesia melalui berbagai program yang telah dibangun termasuk kerja sama dengan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Jamhari Makruf.

Kami akan terus memperkuat hubungan dengan masyarakat Muslim di Indonesia berdasarkan pencapaian yang telah dibangun, termasuk kontribusi Profesor Jamhari,”

kata Ueno di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut Ueno, masyarakat Jepang masih perlu memperluas pengetahuan tentang Islam dan budaya Muslim.

Iklan

Ia menilai, Jamhari punya peran penting dalam membantu masyarakat Jepang memahami Islam serta kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia melalui program pertukaran dan interaksi langsung.

Salah satu program yang telah berjalan sejak 2004 adalah kunjungan pemimpin pesantren Indonesia ke Jepang.

Jamhari menyebut hampir 200 pemimpin pesantren dan pendidik telah mengikuti program tersebut untuk mengenal sistem pendidikan, budaya, dan kehidupan masyarakat Jepang.

Melalui kunjungan tersebut, para peserta berkesempatan mendatangi sekolah, mengunjungi kuil Shinto dan Buddha, serta berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Pengalaman ini diharapkan membantu para pemimpin pesantren memperluas wawasan sekaligus membangun pemahaman tentang kehidupan masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya berbeda.

Jamhari mengatakan upaya pertukaran perlu diperluas kepada generasi muda. Ia menyebut telah mengusulkan program kunjungan ke Jepang bagi kader muda partai politik dan pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari perguruan tinggi Islam.

Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan pertukaran anak muda telah ditindaklanjuti melalui program JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) yakni program Pemerintah Jepang yang dikelola Japan International Cooperation Center (JICE).

Ueno mengatakan penguatan hubungan antar masyarakat merupakan salah satu bagian dari agenda Indonesia-Jepang menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik pada 2028.

Selain bidang ekonomi, politik, keamanan, dan budaya, kedua negara ingin menjaga hubungan yang telah terbangun melalui interaksi langsung masyarakatnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.