Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Viral! Anggota Parlemen Malaysia Sentil Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Karhutla

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan viral setelah mengkritik Prabowo menggunakan bahasa Jawa soal kabut asap karhutla yang berdampak hingga Malaysia, hingga memancing sindiran warganet Indonesia.

1000158666

Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan, mendadak menjadi sorotan setelah menyampaikan kritik kepada Presiden Prabowo menggunakan bahasa Jawa.

Bukan tanpa alasan, ia menyinggung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia disebut mengganggu kehidupan masyarakat Malaysia.

Momen tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @surakartakita. Kalam yang merupakan anggota parlemen dari daerah Sabak Bernam, Selangor, menyampaikan pidato itu dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia, Rabu, 21 Oktober 2026.

Iklan

Dalam pidatonya, Kalam menggambarkan dampak kabut asap yang berulang setiap tahun dan melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia.

Gawe wong Malaysia susah arep ambekan (membuat masyarakat Malaysia kesulitan bernapas),”

ujar Kalam dikutip dari Instagram @surakartakita, Kamis, 22 Oktober 2026.

Kalam menjelaskan, kabut asap tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan dan tenggorokan gatal, tetapi juga berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat.

Ia menyebut sekolah terpaksa tutup, sektor pariwisata menjadi sepi, hingga pekerja perkebunan kesulitan menjalankan pekerjaan mereka.

Menurut Kalam, dampak ini juga dirasakan warga negara Indonesia yang bekerja di perkebunan Malaysia. Sebab, mereka ikut menghadapi kesulitan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Karena itu, ia meminta Prabowo agar segera menangani persoalan karhutla yang terus berulang dan menimbulkan dampak lintas negara.

Jangan malah ini dibuat ketawa, dibuat lawak,”

kata Kalam dalam naskah pidatonya yang diunggah akun Instagram @sekar.taji24.

Menutup pidatonya, Kalam menyampaikan harapan agar masyarakat Indonesia dan Malaysia dapat menikmati udara bersih serta menjalani kehidupan yang lebih sehat.

Kita semua hendakkan langit cerah, udaranya bersih, pernafasan lega dan hidupnya sihat sentiasa,”

ujarnya.

Reaksi Warganet

Kritik Kalam yang menggunakan bahasa Jawa pun memancing beragam reaksi warganet Indonesia. Sejumlah pengguna media sosial menyindir bahwa persoalan kabut asap sudah berulang kali menjadi masalah, tetapi belum terselesaikan.

Masalahnya…emang dia ngerti bahasa Jawa …? Pake bahasa indonesia aja nggak di dengerin,”

tulis akun Instagram @candrakristine.

Komentar lain datang dari @puji_wahyuni_mc yang menyindir bahwa negara tetangga sampai harus menggunakan bahasa Jawa untuk menyampaikan teguran kepada Prabowo.

Negara tetangga udah sampe bingung harus pake bahasa apa negor si wowo…kalo pake bahasa jawa masih gk paham juga, sungguh mati hati nuraninya,”

tulisnya.

Sementara itu, akun @roalferdinandevoralie menyarankan agar Kalam menyampaikan kritiknya secara langsung kepada Prabowo.

Datang sana Iho ke jakarta deketi..jewer kupingnya sambil di omongin…klo gitu doang mah g di tanggepi,”

komentarnya.

Ada pula warganet yang melontarkan gurauan dengan menyinggung kemungkinan pesan tersebut tidak sampai kepada Presiden.

Langsung send wa pribadi nya aja pak jangan, soalnya youtube nya udah di setting youtube kids sama teddy,”

tulis @athallahriq_11.

Akun @willyyanie17 juga menyindir bahwa kritik menggunakan bahasa apa pun belum tentu mendapat tanggapan.

Percuma pak..rakyatnya sendiri aja ga sidengar,, meski pake boso rusia pun yo ttp ra digubriss…cm sentil embaknya..,”

tulisnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal