Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Ingin Punya Eksposur ke Saham Global? Kini Bisa Mulai dari Nominal Kecil

Mengikuti perkembangan perusahaan teknologi global kini tidak hanya menjadi perhatian mereka yang aktif di pasar saham.

Platform investasi aset kripto PINTU
Platform investasi aset kripto PINTU (Foto: dokumen pribadi Pintu)

Mengikuti perkembangan perusahaan teknologi global kini tidak hanya menjadi perhatian mereka yang aktif di pasar saham.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal investasi global, saham dan exchange-traded fund (ETF) tertokenisasi mulai menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga aset di pasar internasional.

Instrumen ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap aset seperti saham perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), ETF, hingga komoditas melalui representasi digital berbasis blockchain.

Iklan

Dengan nominal yang relatif terjangkau, masyarakat dapat mulai mengenal instrumen investasi global tanpa harus langsung membeli satu unit saham secara utuh.

Tren tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas pengguna platform investasi aset kripto PINTU sepanjang kuartal III-2026. PT Pintu Kemana Saja mencatat jumlah pengguna yang membeli saham dan ETF AS tertokenisasi meningkat 68 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan juga terlihat pada jumlah trader aktif yang naik 64 persen, jumlah transaksi sebesar 55 persen, serta volume perdagangan yang meningkat 51 persen.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, peningkatan aktivitas tersebut turut terlihat pada sejumlah aset tertokenisasi yang berkaitan dengan perusahaan teknologi global.

Kuartal III-2026 menunjukkan positifnya perdagangan aset tertokenisasi di platform PINTU. Empat aset tertokenisasi pada kuartal tersebut mengalami peningkatan jumlah pembeli yang signifikan, di antaranya, Nvidia (NVDAX) naik 224 %, Apple (AAPLX) naik 212 %, Alphabet (GOOGLX) tumbuh 131 %, dan Robinhood (HOODX) meningkat 118 %,”

ujar Andy dalam keterangan resmi yang diterima Owrite Kamis 22 Oktober 2026.

Selain saham perusahaan teknologi, minat pengguna juga terlihat pada instrumen yang memberikan eksposur terhadap komoditas. Jumlah pembeli SPDR Gold ETF di PINTU meningkat lebih dari 170 % pada kuartal III-2026.

Menurut Andy, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pilihan aset yang diminati pengguna semakin beragam, tidak terbatas pada saham teknologi.

Nominal Terjangkau

Salah satu hal yang membuat aset tertokenisasi menarik untuk dipelajari adalah akses transaksinya. Melalui PINTU, pengguna dapat membeli aset tertokenisasi secara fraksional atau dalam pecahan kecil menggunakan rupiah.

Platform tersebut menyediakan lebih dari 100 aset tertokenisasi per Oktober 2026, yang mencakup saham AS, ETF, dan berbagai komoditas. Transaksi untuk sejumlah aset dapat dimulai dari Rp11.000.

PINTU juga menambahkan 10 aset tertokenisasi baru yang diterbitkan oleh Ondo, terdiri atas sembilan ETF dan saham Micron (MUon).

Pilihan baru tersebut mencakup eksposur ke pasar Jepang, Korea Selatan, dan India, sektor komoditas, serta instrumen pendapatan tetap berupa US Treasury bills berjangka pendek.

Untuk aset-aset baru tersebut, transaksi dapat dimulai dari Rp65.000. Saham tertokenisasi MUon tersedia untuk diperdagangkan selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, sedangkan sembilan ETF lainnya tersedia selama 24 jam sehari, lima hari seminggu.

Andy menjelaskan, saham dan ETF tertokenisasi merupakan representasi digital yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset dasarnya.

Melalui layanan tersebut, pengguna dapat mengakses instrumen global menggunakan rupiah tanpa perlu membuka rekening pada perusahaan efek di luar negeri.

Waktu perdagangan yang lebih panjang dibandingkan jam bursa reguler AS juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna di Indonesia.

Berbagai keunggulan tersebut membuat aset global mudah dijangkau oleh investor ritel, termasuk investor pemula,”

kata Andy.

Pemahaman Risiko

Perkembangan aset tertokenisasi tidak hanya terlihat di Indonesia. Secara global, tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA) juga berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi blockchain untuk merepresentasikan berbagai instrumen keuangan.

Data RWA.xyz mencatat kapitalisasi pasar aset tertokenisasi mencapai US$39,26 miliar atau sekitar Rp708,64 triliun per 20 Oktober 2026.

Meski menawarkan alternatif akses ke pasar global, investor tetap perlu memahami karakteristik instrumen yang dipilih. Kemudahan transaksi dan nominal awal yang relatif kecil tidak serta-merta menghilangkan risiko investasi.

Sebelum membeli aset tertokenisasi, calon investor perlu mempelajari mekanisme produk, aset yang mendasarinya, biaya transaksi, ketentuan perdagangan, serta risiko yang mungkin timbul.

Perlu pula dipahami bahwa memiliki token yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga saham tidak selalu sama dengan memiliki saham secara langsung beserta seluruh hak yang melekat padanya.

Andy mengingatkan pentingnya melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.

Setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Oleh karena itu, investor perlu melakukan riset secara menyeluruh, memahami profil risiko masing-masing, serta mempertimbangkan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan, agar dapat berinvestasi secara bijak,”

pungkasnya.

Iklan