Jangan Tergiur Harga Murah! Ini 6 Trik Berburu Baju Thrifting Berkualitas
Memilih baju thrifting berkualitas perlu dilakukan dengan memeriksa kondisi kain, jahitan, ukuran, dan harga, serta mencuci pakaian sebelum digunakan agar tetap nyaman dan bersih.
Tren membeli pakaian bekas atau thrifting semakin diminati karena menawarkan kesempatan mendapatkan pakaian unik dengan harga terjangkau. Namun, harga murah belum tentu menjamin kualitas barang yang dibeli.
Baju yang terlihat bagus saat digantung bisa saja memiliki jahitan rapuh, noda membandel, hingga bahan yang mulai rusak.
Asal Usul Baju Thrifting
Thrifting bukan tren baru. Menurut sejarawan Jennifer Le Zotte dalam buku From Goodwill to Grunge tahun 2017, perdagangan barang bekas telah berkembang jadi bisnis sekaligus bagian dari budaya fesyen, khususnya di Amerika Serikat.
Iklan
Baju bekas yang dijual kembali biasanya berasal dari pakaian yang sudah tidak digunakan pemiliknya. Kemudian, dijual atau disumbangkan. Sebagian pakaian masih berkualitas baik sehingga dapat digunakan kembali oleh orang lain.
Namun, tak semua baju thrifting berasal dari donasi. Sebagian dipasok melalui perdagangan pakaian bekas lintas negara. Di Indonesia, impor pakaian bekas untuk diperjualbelikan dilarang oleh pemerintah.
Cara Memilih
Agar tidak menyesal setelah berbelanja, merangkum dari berbagai sumber pada Jumat, 30 Oktober 2026, berikut beberapa tips memilih baju thrifting yang berkualitas dan tetap layak digunakan.
1. Periksa Kondisi Jahitan dan Kain
Perhatikan bagian jahitan, terutama di area ketiak, bahu, kerah, dan sisi celana. Pastikan tidak ada jahitan terlepas, lubang kecil, atau bagian kain yang mulai menipis. Periksa juga apakah pakaian mengalami pilling, yakni munculnya bulu-bulu kecil akibat gesekan pada permukaan kain.
Calon pembeli memilih pakaian bekas yang dijual di salah satu toko di Kota Serang, Banten, Kamis (6/11/2025). Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan skema kemitraan antara pedagang thrifting dan pelaku UMKM yang sudah mapan sebagai strategi transisi usaha menyusul pelarangan impor baju bekas ilegal guna memastikan bahwa kebijakan pemerintah tidak mematikan mata pencaharian masyarakat, melainkan membuka peluang baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nz)
2. Kenali Jenis Bahan
Katun, linen, dan denim bisa menjadi pilihan. Namun, kualitasnya tetap bergantung pada konstruksi kain serta kondisi pemakaian sebelumnya. Raba permukaan pakaian untuk memastikan teksturnya masih nyaman, tidak terlalu kasar, dan tidak menunjukkan tanda kerusakan.
3. Jangan Langsung Percaya Ukuran pada Label
Ukuran S, M, atau L pada pakaian thrifting belum tentu sesuai dengan standar ukuran yang biasa digunakan. Perbedaan merek, negara produksi, hingga penyusutan akibat pencucian sebelumnya bisa memengaruhi ukuran pakaian.
4. Cek Noda, Warna, dan Kelengkapan Pakaian
Perhatikan area kerah, ketiak, serta ujung lengan yang rentan mengalami perubahan warna. Hindari pakaian dengan noda mencurigakan yang sulit diidentifikasi. Pastikan pula kancing, ritsleting, dan aksesori lainnya masih berfungsi.
5. Bandingkan Harga dengan Kondisi Barang
Pertimbangkan biaya tambahan apabila barang membutuhkan perbaikan, penggantian ritsleting, atau perawatan khusus. Pakaian seharga Rp30 ribu yang masih bagus bisa lebih menguntungkan dibandingkan barang Rp20 ribu yang hanya bertahan beberapa kali pemakaian.
Cuci Sebelum Digunakan
Melansir laman Universitas Gadjah Mada (UGM), dokter spesialis dermatologi Adissa Tiara Yulinvia mengingatkan bahwa pakaian bekas yang tak dibersihkan dengan benar berpotensi membawa mikroorganisme penyebab penyakit kulit maupun memicu iritasi.
American Cleaning Institute (ACI) juga menyarankan agar pakaian bekas dicuci sesuai petunjuk label perawatan. Gunakan detergen yang sesuai dan pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dikenakan.
Dengan pemeriksaan yang teliti, membeli pakaian thrifting bisa menjadi cara berhemat sekaligus mendapatkan koleksi fesyen berkualitas tanpa harus selalu membeli barang baru.