Jawaban itu dinyatakan benar oleh juri. Lalu, regu B langsung memperoleh nilai 100. Sontak, suasana ruangan menjadi riuh hingga moderator beberapa kali meminta peserta dan pendamping untuk tenang.
Jawaban benar, nilai seratus. Baik, soal berikutnya. Tolong tenang semuanya boleh ya? Ibu masih ada beberapa. Ibu boleh dulu kalau ada yang ingin protes, boleh nanti, tapi sekarang tolong tenang,”
kata moderator dalam video tersebut yang dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Momen itu kemudian memancing beragam reaksi netizen. Ada yang mempertanyakan bagaimana peserta bisa mengetahui jawaban sebelum soal selesai dibacakan. Bahkan, ada yang menyebut kejadian itu seperti kemampuan cenayang.
Ini lomba cerdas cermat apa lomba cenayang cermat yak?”
gurau akun @juliusangkawijoyo.
Ada juga netizen yang membawa nama ilmuwan legendaris Albert Einstein untuk menggambarkan rasa takjubnya terhadap aksi regu B.
Albert Einstein pun bangkit lagi karena takjub,”
tulis @gregorius_rudianto.
Tak hanya itu, ada pula yang menganggap kejadian semacam ini bukan sesuatu yang mengejutkan.
Ini di Indonesia kan? Kenapa masih heran,”
kata akun @andri.adr.
Sementara itu, akun @ezz_hrsmnn memberikan komentar singkat yang ikut menyindir kejadian tersebut.
Ah kuis di negara aneh ini lagi,”
komentarnya.
Sindiran lain juga muncul dari netizen yang membayangkan sesi pertanyaan berikutnya akan berlangsung jika regu B kembali menekan bel sebelum juri selesai membaca.
Pertanyaan berikutnya. Siapa….. (*teeeet). Yak regu B,”
sindir @aditia.aps.
Terlepas dari momen viral tersebut, sebelumnya Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Dewan Pendidikan Kota Sibolga memang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Sibolga Tahun 2026.
Dilansir dari laman resmi Pemkot Sibolga kompetisi ini bertujuan untuk membangun budaya persaingan yang sehat sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Sibolga.
LCC 2026 diikuti 36 tim tingkat SD/MI yang terdiri dari siswa kelas IV dan V serta 17 tim tingkat SMP/MTs dari kelas VII dan VIII.
Sebelum memasuki babak semifinal, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan secara daring pada pertengahan Oktober 2026.
Sebanyak 12 tim SD/MI dan sembilan tim SMP/MTs kemudian melaju ke babak semifinal. Peserta yang lolos selanjutnya memperebutkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan pada babak final.