Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Musim Hujan, Jangan Biarkan Kepala Terlalu Lama Basah! Ini Alasan Pentingnya Melindungi Kepala

Melindungi kepala saat musim hujan penting untuk mengurangi kehilangan panas tubuh, menjaga kenyamanan, dan mencegah risiko hipotermia, bukan karena air hujan secara langsung menyebabkan flu.

Berteduh di bawah daun pisang
Berteduh di bawah daun pisang (Foto: Magnific)

Memasuki musim hujan, payung dan jas hujan menjadi perlengkapan yang sebaiknya tidak tertinggal saat bepergian.

Namun, sebagian orang masih menganggap kepala yang terkena air hujan bukan masalah besar selama tubuh tidak terlalu basah.

Padahal, melindungi kepala saat hujan bukan sekadar menjaga rambut tetap kering. Paparan air, angin, dan suhu lingkungan yang lebih rendah dapat memengaruhi kenyamanan serta keseimbangan suhu tubuh, terutama ketika seseorang berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Iklan

Meski demikian, anggapan bahwa kepala kehujanan otomatis menyebabkan flu, demam, atau sakit kepala juga perlu diluruskan. Ada penjelasan ilmiah di balik pentingnya melindungi kepala selama musim hujan.

Hilangnya Panas Tubuh

Saat rambut dan kulit kepala basah, penguapan air dapat membantu melepaskan panas dari tubuh. Kondisi ini semakin terasa apabila seseorang berada di lingkungan dingin atau terkena angin.

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 7 Februari 2024, menjelaskan bahwa hipotermia dapat terjadi bukan hanya pada suhu yang sangat dingin, tetapi juga pada suhu relatif sejuk ketika seseorang mengalami pendinginan akibat hujan atau pakaian basah.

Artinya, melindungi kepala dengan payung, tudung jas hujan, atau penutup kepala tahan air dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap kondisi tersebut.

Menyebabkan Flu

Anggapan bahwa rambut basah akibat hujan bisa langsung menyebabkan flu sebenarnya kurang tepat.

Flu disebabkan oleh infeksi virus influenza, sedangkan pilek biasa dapat disebabkan oleh berbagai virus pernapasan, termasuk rhinovirus.

Maka itu, menjaga tubuh tetap hangat dan kering selama musim hujan tetap penting untuk mempertahankan kenyamanan dan mengurangi risiko tubuh kehilangan panas secara berlebihan.

Memicu Hipotermia

Salah satu alasan pentingnya menjaga kepala dan tubuh tetap kering adalah mengurangi risiko hipotermia ketika berada di lingkungan dingin dalam waktu lama.

Hipotermia merupakan kondisi ketika suhu inti tubuh turun hingga di bawah 35 derajat Celsius.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh pakaian basah, paparan angin, dan ketidakmampuan tubuh mempertahankan panas. Gejala awalnya meliputi menggigil, tubuh terasa lemah, hingga gangguan koordinasi.

Meski risiko hipotermia akibat hujan biasa di wilayah tropis relatif rendah, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama ketika seseorang terjebak hujan dalam waktu lama di daerah bersuhu rendah.

Fungsi Melindungi Kepala

Kepala termasuk bagian tubuh yang perlu diperhatikan ketika menghadapi cuaca dingin.

National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) tahun 2021 menjelaskan bahwa penggunaan penutup kepala dapat membantu mengurangi panas tubuh yang keluar melalui area tersebut.

Namun, bukan berarti sebagian besar panas tubuh selalu hilang melalui kepala. Besarnya kehilangan panas bergantung pada bagian tubuh yang terbuka, kondisi lingkungan, dan pakaian yang digunakan.

Karena itu, penggunaan tudung jas hujan sebaiknya tetap dibarengi perlindungan tubuh secara menyeluruh.

Bagaimana Setelah Kehujanan?

  • Menjaga kepala tetap kering merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan selama musim hujan.
  • Apabila rambut dan pakaian sudah terlanjur basah, segera cari tempat berteduh.
  • Keringkan rambut menggunakan handuk bersih dan ganti pakaian basah dengan pakaian kering.
  • Tidak mengabaikan kondisi menggigil ketika terpapar cuaca dingin. Menggigil dapat menjadi tanda awal tubuh sedang kehilangan panas.

Selain menggunakan payung atau jas hujan, pastikan perlindungan kepala tidak mengganggu pandangan, terutama ketika berjalan kaki maupun berkendara.

Dengan demikian, melindungi kepala saat musim hujan bukan karena air hujan secara langsung menyebabkan penyakit, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga suhu tubuh, kenyamanan, dan keselamatan selama beraktivitas.

Iklan