Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Buah Kersen yang Sering Dianggap Buah Liar, Ternyata Mengandung Vitamin C hingga Antioksidan

Buah kersen mengandung vitamin C, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

Buah kersen
Buah kersen (Foto: Unsplash/Kris Shved)

Buah kecil berwarna merah yang sering tumbuh di pinggir jalan atau halaman rumah ini mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Namanya buah kersen atau talok. Meski kerap dianggap sebagai buah liar dan jarang diperjualbelikan, kersen ternyata menyimpan sejumlah kandungan nutrisi yang menarik untuk diketahui.

Tidak hanya memiliki rasa manis, buah dengan nama ilmiah Muntingia calabura ini juga mengandung vitamin C, mineral, serta senyawa bioaktif.

Iklan

Lantas, apa saja kandungan nutrisi di dalamnya?

Mengandung Vitamin C

Buah kersen ternyata memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam. Dalam jurnal Pakistan Journal of Nutrition tahun 2019, menganalisis kandungan gizi serta mineral buah kersen yang tumbuh di Makassar, Indonesia.

Hasil penelitian menemukan bahwa buah kersen mengandung sejumlah mineral, dengan kalium sebagai mineral utama dan zat besi sebagai unsur mineral mikro yang paling dominan.

Selain itu, penelitian tersebut juga menganalisis kandungan vitamin C atau asam askorbat pada buah kersen. Temuan ini menunjukkan bahwa buah yang sering tumbuh liar tersebut memiliki potensi sebagai salah satu sumber nutrisi dalam makanan sehari-hari.

Senyawa Antioksidan

Selain vitamin dan mineral, buah kersen juga mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik dan flavonoid. Kedua senyawa ini dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas.

Kersen matang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat berdasarkan pengujian DPPH dan ABTS.

Sementara itu, buah yang belum matang memiliki kandungan fenolik dan flavonoid lebih tinggi.

Tingkat Kematangan Memengaruhi

Menariknya, kandungan senyawa dalam buah kersen dapat berubah seiring proses pematangan.

Buah matang juga menunjukkan kandungan vitamin C yang terukur dalam penelitian tersebut.

Sementara itu, buah yang masih muda memiliki kandungan fenolik total sebesar 56,85 mg/g GAE dan flavonoid total sebesar 8,45 mg QE.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah dapat memengaruhi komposisi nutrisi maupun senyawa bioaktif di dalamnya.

Baik Dikonsumsi

Melihat kandungannya, buah kersen berpotensi menjadi salah satu pilihan buah untuk menambah variasi asupan nutrisi sehari-hari.

Buah kersen juga belum bisa dianggap sebagai pengganti buah-buahan lain yang kandungan gizinya telah lebih banyak diteliti.

Meski begitu, keberadaan vitamin C, mineral, fenolik, dan flavonoid membuat buah kecil yang sering tumbuh liar ini menarik untuk dikembangkan sebagai bahan pangan lokal.

Iklan