Salah satu sumber makanan yang penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian adalah buah. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan berbagai senyawa alami di dalamnya dapat mendukung kesehatan tubuh.
Namun, masih banyak anggapan yang membahas waktu terbaik untuk makan buah. Ada yang menyebut buah sebaiknya dikonsumsi sebelum makan saat perut kosong, sementara sebagian lainnya terbiasa menjadikan buah sebagai pencuci mulut setelah makan.
Lalu, sebenarnya apakah makan buah sebelum atau setelah makan yang benar-benar memberikan perbedaan bagi tubuh? Simak penjelasan berikut, dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI (28 Juli 2022).
Mitos Makan Buah
Salah satu anggapan yang cukup sering beredar adalah buah tidak boleh dikonsumsi setelah makan.
Buah yang disantap sebagai pencuci mulut disebut-sebut akan tertahan di dalam lambung, mengalami fermentasi, dan menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti kembung, sendawa, atau sakit perut.
Anggapan tersebut muncul dari teori bahwa buah lebih cepat dicerna ketika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Sementara saat perut sudah terisi, buah dianggap akan tertahan lebih lama sehingga akan mengganggu pencernaan.
Namun, sistem pencernaan manusia tidak bekerja sesederhana itu. Lambung dan usus memang dirancang untuk mencerna berbagai jenis makanan yang dikonsumsi secara bersamaan.
Buah yang dimakan setelah nasi, lauk, atau makanan lainnya tetap akan melalui proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Boleh Setelah Makan
Tidak ada aturan umum yang mengharuskan seseorang mengonsumsi buah hanya ketika perut kosong. Jadi boleh saja buah dimakan setelah perut terisi. Buah tetap dapat memberikan nutrisi meskipun dikonsumsi setelah makan.
Bahkan, menjadikan buah sebagai pencuci mulut dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan makanan penutup yang tinggi gula tambahan, lemak, dan kalori seperti kue atau es krim.
Boleh Sebelum Makan
Meski tidak wajib, makan buah sebelum makanan utama juga dapat menjadi kebiasaan yang baik. Buah mengandung serat dan air yang dapat membantu memberikan rasa kenyang.
Mengonsumsinya sebelum makan berpotensi membantu seseorang mengontrol porsi makanan utama sehingga asupan kalori harian lebih mudah dijaga.
Pilihan ini juga bisa diterapkan bagi orang yang ingin membiasakan diri mengonsumsi buah secara rutin. Misalnya, buah dapat disantap sebagai camilan sebelum makan siang atau makan malam.
Anjuran Makan Buah
Selain dari sisi kesehatan, konsumsi buah juga kerap dibahas dalam konteks ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an, buah disebutkan dalam beberapa ayat sebagai salah satu bentuk nikmat yang diberikan Allah SWT.
Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 20–21 yang menyebut buah-buahan dan daging burung.
Dalam sejumlah penjelasan ulama, terdapat pula riwayat mengenai Rasulullah SAW yang mengonsumsi kurma ketika disuguhi makanan.
Hal tersebut kemudian dipahami oleh sebagian ulama sebagai salah satu contoh mendahulukan buah sebelum makanan lainnya.
Batasi Jumlahnya
Pada dasarnya, tidak ada satu waktu yang wajib dianggap sebagai waktu terbaik untuk semua orang. Buah dapat dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan, sesuai dengan kebiasaan, kondisi tubuh, dan kebutuhan masing-masing.
Hal yang lebih penting adalah memastikan konsumsi buah menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Jika makan buah sebelum makan membuat seseorang lebih mudah mengontrol porsi, kebiasaan tersebut dapat diterapkan.
Begitu pula jika makan buah setelah makan membuat seseorang lebih mudah mengganti makanan penutup tinggi gula dengan pilihan yang lebih sehat.
Jadi, daripada terlalu fokus pada waktu makan buah, perhatian sebaiknya diberikan pada jenis buah, jumlah yang dikonsumsi, serta keseimbangan pola makan secara keseluruhan.





















