Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Daun Pohpohan, Lalapan Khas Sunda yang Kaya Antioksidan

Daun pohpohan merupakan lalapan khas Sunda yang mengandung flavonoid dan senyawa fenolik berpotensi antioksidan, serta dapat dikonsumsi mentah maupun diolah menjadi urap, pecel, atau tumisan.

Daun Pohpohan
Daun pohpohan (Foto: Unsplash/Gineesh Madapparambath)

Lalapan tidak selalu harus berisi mentimun, kemangi, atau daun selada. Masyarakat Sunda juga mengenal daun pohpohan yang kerap disajikan sebagai pendamping nasi, sambal, dan lauk pauk.

Daun berwarna hijau dengan aroma khas ini ternyata bukan sekadar pelengkap makanan. Sejumlah penelitian menemukan adanya kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.

Lantas, apa saja manfaat daun pohpohan dan bagaimana cara terbaik mengonsumsinya?

Iklan

Daun Pohpohan

Pohpohan (Pilea trinervia Wight) merupakan tanaman herba dari keluarga Urticaceae. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Jawa, terutama daerah dataran tinggi dan lingkungan yang lembap.

Daunnya memiliki tekstur relatif lunak, aroma harum, serta rasa khas yang sedikit menyerupai mint. Dalam tradisi kuliner Sunda, pohpohan biasa dikonsumsi sebagai lalapan mentah maupun pendamping berbagai hidangan.

Menurut Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, daun pohpohan mengandung sejumlah senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, dan steroid atau triterpenoid.

Berpotensi sebagai Antioksidan

Salah satu kandungan menarik dalam daun pohpohan adalah flavonoid. Senyawa ini dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas.

Penelitian yang diterbitkan dalam Pharmacy Education pada 2024 mengidentifikasi sejumlah flavonoid pada pohpohan, di antaranya quercetin, kaempferol, myricetin, luteolin, dan apigenin.

Penelitian tersebut juga menguji aktivitas antioksidan ekstrak daun pohpohan melalui pengujian laboratorium dan hewan percobaan. Hasilnya memberikan gambaran bahwa pohpohan memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami.

Melindungi Sel Tubuh

Kandungan senyawa fenolik dan flavonoid dalam pohpohan juga menarik perhatian peneliti karena berkaitan dengan perlindungan sel dari stres oksidatif.

Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk menetralisasinya. Kondisi ini dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel.

Karena memiliki aktivitas antioksidan, daun pohpohan berpotensi menjadi salah satu sumber senyawa alami untuk membantu menangkal radikal bebas melalui pola makan yang beragam.

Dimakan Mentah atau Dimasak?

Pohpohan cukup populer dikonsumsi mentah sebagai lalapan. Cara ini dapat membantu mempertahankan sejumlah komponen bioaktif yang sensitif terhadap panas.

Dalam jurnal Food Research tahun 2023 membahas pengaruh berbagai metode pengolahan terhadap kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan daun pohpohan.

Hasilnya menunjukkan bahwa pengolahan dengan perebusan dan pengukusan dapat menurunkan sebagian kandungan fenolik serta aktivitas antioksidannya.

Karena itu, mengonsumsi pohpohan dalam keadaan segar dapat menjadi pilihan, selama daun dibersihkan dengan benar.

Cara Mengonsumsi

Ada beberapa cara sederhana untuk menikmati daun pohpohan dalam menu sehari-hari, antara lain:

  • Lalapan segar. Cuci daun di bawah air mengalir, tiriskan, lalu sajikan bersama nasi, sambal, tahu, tempe, atau ikan.
  • Campuran urap. Padukan daun pohpohan dengan kelapa parut berbumbu dan sayuran lainnya.
  • Pelengkap pecel. Tambahkan pohpohan bersama kacang panjang, tauge, dan sayuran rebus.
  • Tumis pohpohan. Masak sebentar dengan bawang putih, cabai, dan sedikit minyak agar teksturnya tidak terlalu layu.

Pastikan daun berasal dari sumber yang bersih, tidak terkena pestisida secara sembarangan, serta dicuci sebelum dikonsumsi.

Mengombinasikan pohpohan dengan sayuran, buah, dan sumber protein lainnya juga membantu menciptakan pola makan yang lebih seimbang.

Iklan