Kaya Antioksidan
Menukil dari berbagai sumber, Jumat, 6 November 2026, salah satu keunggulan markisa adalah kandungan senyawa antioksidannya. Buah ini mengandung polifenol, flavonoid, dan karotenoid yang berperan dalam membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian jurnal Food Chemistry 2023 berjudul ‘Phytochemistry, Nutritional Composition, Health Benefits and Future Prospects of Passiflora’ mengulas ada berbagai kandungan bioaktif dalam tanaman Passiflora termasuk aktivitas antioksidannya.
Antioksidan penting untuk bantu jaga keseimbangan tubuh terhadap stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.
Jaga Kesehatan Pencernaan
Markisa juga mengandung serat pangan yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan buang air besar sekaligus mendukung kesehatan mikroorganisme baik di dalam usus.
Kandungan serat itu tak hanya ditemukan pada daging buah. Namun, juga pada bagian kulit markisa.
Kandungan serat pangan, flavonoid, dan vitamin ada di bagian kulit markisa. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa kulit markisa berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional.
Mengandung Vitamin C
Markisa juga mengandung vitamin C yang berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, vitamin C membantu pembentukan kolagen yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit, pembuluh darah, dan jaringan tubuh.
Kandungan vitamin dan senyawa bioaktif lainnya menjadikan markisa sebagai salah satu pilihan buah untuk melengkapi pola makan bergizi seimbang.
Biji dan Kulitnya
Tidak hanya daging buahnya, biji dan kulit markisa juga memiliki kandungan yang menarik.
Dalam jurnal Food Research International tahun 2022 berjudul Purple Passion Fruit (Passiflora edulis f. edulis): A Comprehensive Review on the Nutritional Value, Phytochemical Profile and Associated Health Effects menjelaskan kulit, daging buah, dan biji markisa memiliki kandungan nutrisi serta senyawa fitokimia yang berbeda.
Biji markisa mengandung komponen lemak, sedangkan kulitnya berpotensi menjadi sumber serat dan senyawa bioaktif. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan bagian buah yang selama ini sering menjadi limbah pengolahan makanan.
Cara Mengonsumsi
Untuk memperoleh manfaatnya, markisa dapat dikonsumsi secara langsung dengan mengambil daging buah beserta bijinya.
Buah ini juga bisa diolah menjadi jus atau campuran salad buah. Namun, sebaiknya batasi penambahan gula, susu kental manis, maupun sirup agar asupan gula tidak berlebihan.
Mengonsumsi markisa secara utuh juga dapat menjadi pilihan karena kandungan seratnya tetap terjaga. Kulit markisa tak harus langsung dibuang karena bisa diolah jadi berbagai produk bernilai guna.
Caranya dengan mencuci kulit hingga bersih. Lalu, pisahkan dari sisa daging buah. Kemudian, iris tipis dan keringkan menggunakan oven bersuhu 50–60°C. Kulit yang sudah kering dapat dihaluskan menjadi tepung untuk campuran roti dan biskuit, atau disimpan sebagai bahan seduhan herbal.
Selain itu, kulit markisa juga mengandung pektin, yaitu senyawa alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pengental dalam pembuatan selai dan jeli.
Markisa bukan hanya buah dengan cita rasa menyegarkan, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang potensial.