Pemerintah Indonesia masih belum menentukan sikap terkait kemungkinan mengirim observer atau pengamat pemilu ke Myanmar, yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025 di bawah kendali junta militer.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyebut bahwa Indonesia berharap pesta demokrasi di Myanmar dapat berjalan inklusif dan adil, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Myanmar sendiri.
Kita belum memutuskan. Tapi saya sampaikan, Indonesia berharap ada proses pemilu yang benar-benar inklusif. Namun, kembali lagi, pelaksanaannya bergantung pada pihak Myanmar,”
Sugiono di Gedung Pancasila, Jakarta, Rabu (5/11).
ASEAN Belum Satu Suara Pemantauan Pemilu
Sugiono menambahkan, pemerintah Myanmar sebelumnya mengklaim bahwa proses pemilu mereka sudah cukup inklusif, berdasarkan pernyataan perwakilannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar pada 26–28 Oktober di Kuala Lumpur, Malaysia.






