Dua orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam aksi penembakan beruntun yang terjadi di Koreatown, pinggiran utara Dallas, Amerika Serikat, pada Selasa 5 Mei 2026.
Dari penyelidikan awal, polisi menyebut motif pelaku karena adanya perselisihan keuangan dalam urusan bisnis.
Itu adalah hubungan bisnis yang sudah diketahui. Kami masih berupaya mengidentifikasi apa yang menyebabkan tindakannya,”
ujar Kepala Kepolisian Carrollton, Roberto Arredondo.
Dilansir dari Korean Times penembakan pertama terjadi sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat di K Towne Plaza wilayah Carrollton. Dalam insiden tersebut, petugas yang tiba di lokasi menemukan empat orang mengalami luka tembak.
Saat proses penyidikan berlangsung, polisi menerima laporan penembakan kedua di sebuah kompleks apartemen yang berjarak sekitar 6 kilometer dari lokasi pertama. Di lokasi kedua, petugas menemukan seorang pria dalam kondisi tewas.
Polisi kemudian menetapkan Han Seung Ho (69) sebagai tersangka dalam kedua insiden tersebut. Ia ditangkap di sebuah toko kelontong setelah melarikan diri dengan berjalan kaki.
Roberto menegaskan bahwa, insiden ini bukan merupakan aksi penembakan acak. Karena, pelaku diketahui memiliki hubungan dengan korban sebagai relasi bisnis.
Ini bukan tindakan kekerasan acak dan pelaku mengenal kedua orang yang ditembak hingga tewas,”
katanya.
Saat ini, Polisi masih mendalami pemicu pasti yang menyebabkan tersangka melakukan penembakan.
Tiga korban yang mengalami luka dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Hingga kini, identitas para korban belum diungkapkan kepada publik.
Pasca kejadian, aparat keamanan bersenjata lengkap melakukan penyisiran di area pusat perbelanjaan K Towne Plaza.
Agen dari FBI turut diterjunkan untuk membantu proses pengumpulan bukti di lokasi kejadian.
Sumber foto: Petugas tiba di lokasi kejadian penembakan di K Towne Plaza di Carrollton, Texas, 5 Mei. AP-Yonhap


