Paus Leo XIV menggelar pertemuan bersejarah dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Vatikan pada Kamis (6/11/2025).
Pertemuan ini menandai langkah diplomatik penting di tengah upaya dunia mencari perdamaian bagi warga sipil Gaza setelah dua tahun konflik berkepanjangan.
Menurut pernyataan resmi Vatikan, pembicaraan berlangsung dalam suasana yang “bersahabat dan konstruktif”.
Kedua pemimpin sepakat bahwa situasi kemanusiaan di Gaza sangat mendesak dan menekankan pentingnya mengakhiri konflik melalui solusi dua negara antara Palestina dan Israel.
Kebutuhan untuk memberikan bantuan kepada warga sipil Gaza sangat mendesak, dan upaya menuju solusi dua negara harus segera dihidupkan kembali,”
Pernyataan Vatikan.
Pertemuan ini berlangsung hampir sebulan setelah gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang mengakhiri perang dua tahun, sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Pertemuan Pertama Sejak Paus Leo XIV Naik Takhta
Pertemuan tersebut menjadi tatap muka pertama antara Abbas dan Paus Leo XIV, setelah sebelumnya keduanya sempat berbicara lewat telepon pada Juli lalu.
Leo XIV sendiri baru dinobatkan sebagai pemimpin Gereja Katolik sedunia pada Mei 2025, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada April.
Dalam pernyataan publiknya, Leo XIV menegaskan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan mengecam pemindahan paksa warga Gaza.
Namun, ia menolak menyebut konflik tersebut sebagai “genosida”, dengan alasan Vatikan berpegang pada prinsip netralitas diplomatik.
Pertemuan ini juga menjadi momen penting 10 tahun setelah Vatikan secara resmi mengakui negara Palestina melalui perjanjian bersejarah pada 2015.
Selama masa kepemimpinan Paus Fransiskus, Abbas telah beberapa kali berkunjung ke Vatikan termasuk pada 2014, ketika ia dan Presiden Israel saat itu Shimon Peres melakukan doa bersama untuk perdamaian dan menanam pohon zaitun sebagai simbol harapan.
Sebelum bertemu Paus Leo XIV, Abbas juga meletakkan karangan bunga di makam Paus Fransiskus di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, sebagai bentuk penghormatan.
Saya tidak akan pernah melupakan apa yang telah beliau lakukan untuk Palestina dan rakyat kami,”
Abbas.

