Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese akan menggelar pertemuan penting di Sydney pada Rabu, 12 November 2025.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis, terutama terkait kerja sama pertanian dan ketahanan pangan, yang selama ini menjadi prioritas hubungan bilateral Indonesia–Australia.
Kedua pemimpin sudah menyoroti pentingnya kolaborasi di sektor pertanian dan pangan. Saya yakin pertemuan kali ini akan melanjutkan pembahasan yang sudah dimulai sebelumnya,”
Kamath.
Fokus Kerja Sama di Bidang Pertanian dan Pangan
Sebelumnya, pada Mei 2025, PM Anthony Albanese sempat berkunjung ke Indonesia untuk membahas rencana penguatan kerja sama di sektor pertanian.
Kunjungan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins, pada Juli 2025.
Pertemuan kali ini diharapkan dapat memperdalam kolaborasi kedua negara dalam mewujudkan ketahanan pangan dan modernisasi sistem pertanian, termasuk dalam aspek teknologi pertanian dan rantai pasok pangan.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia merupakan undangan resmi dari PM Albanese, dengan fokus utama memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
Dalam konteks tersebut, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA) yang telah berlaku sejak 2020 kini sedang dalam proses peninjauan untuk meningkatkan efektivitasnya.
Dorong Kolaborasi Teknologi dan Perdagangan
Australian Business Champion, Jennifer Westacott, menyebut bahwa evaluasi IA-CEPA akan membuka peluang besar bagi kedua negara untuk menghapus hambatan perdagangan dan mempercepat proses perizinan investasi.
Kami berharap peninjauan IA-CEPA dapat memperkuat kerja sama di bidang teknologi, biosekuriti, pengelolaan air, dan limbah. Semua itu akan mendukung ketahanan pangan Indonesia serta meningkatkan efisiensi produksi pertanian,”
Westacott.
Ia menambahkan, Australia memiliki keahlian dan teknologi unggulan di sektor agribisnis, yang dapat membantu Indonesia dalam upaya mencapai swasembada pangan dan efisiensi rantai pasok pertanian.
Acara Australia–Southeast Asia Business Exchange (A-SEABX) yang digelar di Jakarta pada 10–11 November 2025 menghadirkan 29 perusahaan terkemuka di bidang agrobisnis dan agripangan asal Australia.
Program ini merupakan inisiatif utama Pemerintah Australia untuk memperluas perdagangan dua arah dengan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui misi bisnis dan kemitraan sektoral.
Tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan dagang, memperluas investasi, serta memperkenalkan inovasi pertanian yang dapat diterapkan di pasar Indonesia.

