Situasi mencekam terjadi di Gedung Senat Filipina pada Rabu 13 Mei 2026 setelah sejumlah suara tembakan terdengar dari area kompleks parlemen di Manila.
Insiden tersebut langsung memicu kepanikan di dalam gedung. Sejumlah wartawan, staf parlemen, hingga anggota senator dilaporkan berlarian mencari tempat aman setelah mendengar suara letusan senjata.
Melansir dari AFP sedikitnya lima suara tembakan terdengar dari sekitar gedung Senat. Meski begitu, hingga kini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sekretaris Senat Filipina, Mark Liandro Mendoza, memastikan seluruh senator yang berada di dalam gedung dalam kondisi aman.
Insiden penembakan ini terjadi di tengah upaya aparat menangkap Senator Ronald Dela Rosa, sekutu dekat mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Dela Rosa diketahui menjadi buronan setelah Mahkamah Pidana Internasional atau ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam operasi perang narkoba era Duterte.
Sebelumnya, rekaman CCTV menunjukkan Dela Rosa berusaha menghindari petugas yang mengejarnya di lorong Gedung Senat pada Senin 11 Mei 2026. Sejak saat itu, pria berusia 64 tahun tersebut dilaporkan masih berlindung di dalam kompleks parlemen Filipina.

ICC Tuduh Dela Rosa Terlibat Kejahatan Kemanusiaan
Jaksa ICC menuduh Ronald Dela Rosa terlibat dalam operasi anti-narkoba berdarah yang dijalankan pemerintahan Rodrigo Duterte beberapa tahun lalu.
Kampanye tersebut dikenal luas sebagai “perang narkoba” dan disebut menyebabkan ribuan korban jiwa, termasuk pengguna narkoba dan pelaku kriminal tingkat rendah.
Dela Rosa sendiri menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nasional Filipina pada periode 2016 hingga 2018, saat operasi itu berlangsung masif. Sementara itu, Rodrigo Duterte telah lebih dulu ditangkap pada Maret tahun lalu dan diterbangkan ke Den Haag, Belanda, untuk menjalani proses hukum di ICC.
Polisi Tangkap Tersangka Bersenjata
Setelah insiden baku tembak terjadi, Kepolisian Filipina berhasil mengamankan seorang pria bersenjata di dalam Gedung Senat.
Dia (tersangka) ditangkap di lokasi kejadian, di lantai dua Gedung Senat,”
kata juru bicara Kepolisian Nasional Filipina, Brigadir Jenderal Randulf Tuano, kepada wartawan pada Kamis, 14 Mei 2026.
Polisi juga menyita sejumlah amunisi dari tersangka. Namun hingga kini identitas pria tersebut masih dirahasiakan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Victor Remulla, menjelaskan bahwa petugas keamanan Senat sempat melepaskan tembakan peringatan kepada sejumlah pria bersenjata yang mencoba masuk melalui tangga gedung.
Menurut Remulla, kelompok tersebut kemudian membalas dengan melepaskan tembakan ke udara sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi. Meski sempat terjadi baku tembak, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat situasi memanas, sejumlah senator Filipina memilih bertahan di dalam kantor masing-masing demi alasan keamanan. Ronald Dela Rosa juga dilaporkan masih berada di dalam Gedung Senat ketika insiden terjadi.
Hingga saat ini, otoritas Filipina masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap motif penembakan dan jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.


