Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, mengumumkan dua nama penting yang akan membantunya memimpin kota terbesar di Amerika Serikat tersebut mulai Januari mendatang.
Mamdani menunjuk Dean Fuleihan, birokrat senior berusia 74 tahun, sebagai Wakil Wali Kota Pertama.
Fuleihan sebelumnya dikenal sebagai pejabat berpengalaman yang pernah menjabat di pemerintahan mantan Wali Kota Bill de Blasio dan berperan dalam pengawasan anggaran kota.
Dalam pernyataannya, Fuleihan menyatakan siap mendukung penuh visi progresif Mamdani.
Saya akan bekerja setiap hari untuk mewujudkannya,”
dikutip dari New York Post.
Selain itu, Mamdani juga mengangkat Elle Bisgaard-Church, anggota Democratic Socialists of America (DSA), sebagai Kepala Staf Kantor Wali Kota.
Reputasi dan rekam jejak mereka sudah menjadi bukti komitmen untuk membawa perubahan nyata bagi warga New York,”
Mamdani.
Tim Transisi dengan Latar Belakang Beragam
Menurut laporan, beberapa anggota tim transisi Mamdani sebelumnya juga pernah bekerja di bawah pemerintahan Wali Kota Eric Adams dan Mike Bloomberg.
Hal ini menunjukkan bahwa Mamdani mengutamakan pengalaman lintas pemerintahan untuk memperkuat fondasi kepemimpinannya.
Sebagai sosialis demokrat, Zohran Mamdani dikenal dengan kebijakan pro-rakyat yang ambisius. Dalam kampanyenya, ia berjanji untuk Menaikkan upah minimum menjadi $30 per jam, membekukan harga sewa, serta mengusulkan agar toko bahan makanan dimiliki oleh kota untuk menekan biaya hidup.
Mamdani menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membantu warga menghadapi kenaikan biaya hidup, terutama dalam hal makanan, perawatan anak, dan tempat tinggal.
Kemenangan Mamdani tidak hanya bersejarah bagi New York, tetapi juga memberi inspirasi bagi banyak generasi muda progresif di seluruh Amerika.
Organisasi politik progresif Run for Something melaporkan lonjakan minat dari masyarakat yang ingin mencalonkan diri setelah kemenangan Mamdani diumumkan.
Begitu hasil pemilihan New York keluar, kami langsung melihat lonjakan ribuan panggilan dari orang-orang yang ingin ikut berpolitik,”
Direktur Komunikasi organisasi tersebut kepada The Hill.

