Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Keputusan Bersejarah, PBB Izinkan Pasukan Internasional Kuasai Gaza
Internasional

Keputusan Bersejarah, PBB Izinkan Pasukan Internasional Kuasai Gaza

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 18, 2025 4:16 pm
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Ilustrasi, Pasukan PBB
Foto: Dok Website PBB
SHARE

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akhirnya mengesahkan resolusi penting yang diajukan Amerika Serikat terkait pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Jalur Gaza serta pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Daftar isi Konten
  • Konsultasi Terlebih Dahulu
  • Penolakan dari Hamas

Dalam pemungutan suara yang digelar Senin (17/11), sebanyak 13 negara menyatakan dukungan, sementara hanya China dan Rusia yang memilih abstain tanpa menggunakan hak veto. Dengan demikian, resolusi tersebut resmi diadopsi oleh DK PBB.

Resolusi ini sejalan dengan rencana perdamaian untuk Gaza yang sebelumnya dipaparkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 29 September.

Salah satu poin utamanya adalah pembentukan BoP sebagai pemerintahan transisi di Gaza, dengan Trump ditunjuk sebagai pemimpin dewan tersebut.

Konsultasi Terlebih Dahulu

Melalui resolusi ini, BoP diberi mandat untuk membentuk dan mengerahkan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan bekerja di bawah komandonya.

Negara-negara yang ingin mengirimkan personel diwajibkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan Mesir dan Israel sebagai pihak yang berbatasan langsung dengan Gaza.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyampaikan bahwa pengesahan resolusi tersebut menjadi langkah besar dalam upaya menciptakan Gaza yang aman, stabil, dan akhirnya dapat berkembang menjadi wilayah yang sejahtera.

Menurut Waltz, ISF memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, mendorong demiliterisasi Gaza, memusnahkan infrastruktur kelompok teroris, serta memastikan keselamatan warga sipil Palestina.

Presiden Trump sendiri menyambut kemenangan diplomatik tersebut dengan penuh antusiasme. Ia menyebutnya sebagai “persetujuan terbesar dalam sejarah PBB” dan berterima kasih kepada negara-negara yang mendukung, termasuk Rusia, China, serta Qatar, Mesir, UEA, Arab Saudi, Indonesia, Turki, dan Yordania.

Penolakan dari Hamas

Namun, keputusan ini langsung memicu penolakan keras dari Hamas. Kelompok tersebut menilai resolusi PBB tidak memenuhi tuntutan rakyat Palestina, baik dari aspek politik maupun kemanusiaan.

Sementara itu, Hamas menolak kehadiran ISF karena dianggap sebagai bentuk campur tangan asing di wilayah Gaza.

Menurut pernyataan resmi Hamas yang dikutip Al Jazeera, pasukan internasional seharusnya hanya ditempatkan di area perbatasan, bukan di dalam wilayah Gaza, dan semuanya harus berada di bawah kendali penuh PBB.

BoP akan memegang mandat administratif atas Gaza hingga akhir 2027, termasuk mengkoordinasikan proses rekonstruksi wilayah yang hancur akibat konflik.

Dalam dokumen resolusi juga disebutkan secara tersirat bahwa pembentukan negara Palestina tetap menjadi agenda jangka panjang, namun baru dapat diwujudkan setelah Otoritas Palestina menjalani reformasi dan rekonstruksi Gaza telah selesai.

Resolusi DK PBB tersebut turut menyerukan agar badan-badan kemanusiaan seperti PBB, ICRC, dan Bulan Sabit Merah kembali mengirimkan bantuan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga Gaza.

Tag:Dewan PerdamaianGazaPasukan InternasionalPBB
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
1
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
2
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
3
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
4
Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Saat Harga Minyak Dunia Melemah
By Natania Longdong
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/nz)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

CIA Bikin Trump Waswas! Ada Keraguan Besar soal Niat Iran dalam Kesepakatan Damai

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) John Ratcliffe menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min
Internasional

Viral Komentar soal Wajib Militer Son Heung-min, Hubungan Timnas Korea dan Media Memanas

Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min mendapat hate comment atau komentar buruk…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
14 jam lalu
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI).
Internasional

Iran Menang Telak, AS Harus Cabut Sanksi dan Wajib Bayar Kompensasi Fantastis

Wacana berakhirnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali jadi sorotan…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Internasional

Selat Hormuz Bakal Dibuka, AS Siap Lepas Rp427 Triliun untuk Iran dalam Deal Bersejarah

Media Iran melaporkan rincian draf nota kesepahaman berisi poin-poin penting kesepakatan perdamaian…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up