Presiden Taiwan Lai Ching Te menyatakan komitmennya untuk mengungkap seluruh fakta di balik serangan bom mematikan yang terjadi di sebuah stasiun metro pada Jumat 19 Desember 2025. Insiden tersebut menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 11 penumpang.
Pernyataan itu disampaikan Lai saat mengunjungi rumah sakit tempat para korban luka menjalani perawatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan bersikap terbuka dan transparan dalam proses penyelidikan.
Dalam kunjungannya, Lai menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Ia menyebut peristiwa itu sebagai tindakan kekerasan yang sangat tragis dan tidak dapat dibenarkan.
Saya turut berbelasungkawa atas hilangnya nyawa secara tragis dalam aksi kekerasan ini, dan menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga para korban,”
Lai, dikutip dari AFP, Sabtu, 20 Desember 2025.
Motif Pelaku Masih Misterius
Pihak berwenang Taiwan memastikan bahwa insiden tersebut merupakan aksi yang dilakukan dengan sengaja. Namun hingga saat ini, motif di balik penyerangan belum dapat dipastikan.
Pelaku diketahui meninggal dunia setelah melakukan aksi tersebut, diduga bunuh diri di lokasi kejadian. Aparat keamanan masih mendalami latar belakang dan kemungkinan keterkaitan pelaku dengan pihak tertentu.
Aksi kekerasan di ruang publik seperti ini terbilang jarang terjadi di Taiwan. Insiden serupa terakhir tercatat pada tahun 2014, ketika seorang pria menyerang penumpang dengan senjata tajam di stasiun metro dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Pemerintah Taiwan kini meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di fasilitas publik guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

