Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan seluruh aktivitas dan mandat organisasi akan tetap dijalankan, meskipun Amerika Serikat mengumumkan penarikan diri dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 lembaga yang berada di bawah naungan PBB.
Pekerjaan kami akan terus berlanjut,”
kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, di Markas Besar PBB di New York seperti dilansir Arab News.
Dujarric menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menghormati keputusan setiap negara anggota sebagai bagian dari prinsip kedaulatan nasional.
Namun, Guterres tetap berpandangan bahwa tantangan global hanya dapat diatasi melalui kolaborasi antarnegara.
Dalam keterangannya, PBB menjelaskan mereka menghormati kedaulatan setiap negara anggota organisasi ini, dan juga sangat meyakini bahwa tantangan yang kita hadapi saat ini hanya bisa diselesaikan melalui kerja sama internasional.
Trump Instruksikan Penghentian Partisipasi AS
Pada Rabu malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan seluruh lembaga federal untuk menghentikan keterlibatan serta pendanaan terhadap 31 institusi PBB dan 35 organisasi internasional lainnya.
Langkah ini diambil dengan alasan bahwa lembaga-lembaga tersebut dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, dan kedaulatan Amerika Serikat.
Sejumlah program PBB yang terdampak antara lain Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim serta program Anak dan Konflik Bersenjata yang berfokus pada perlindungan anak di wilayah konflik.
Menanggapi keputusan Washington, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinannya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi terhadap anggaran reguler PBB dan dana pasukan penjaga perdamaian merupakan kewajiban hukum negara anggota berdasarkan Piagam PBB.
Seluruh entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa akan tetap melaksanakan mandat yang diberikan oleh negara-negara anggota,”
ujar Guterres.
PBB memiliki tanggung jawab untuk melayani mereka yang bergantung kepada kami. Kami akan terus menjalankan mandat kami dengan penuh keteguhan,”
tambahnya.
PBB Tegaskan AS Tetap Wajib Bayar Iuran
Saat ditanya apakah Amerika Serikat tetap wajib membayar kontribusi yang telah ditetapkan meski menarik diri dari berbagai program, Dujarric menjawab tegas bahwa hal tersebut telah diatur jelas dalam Piagam PBB.
Kontribusi terhadap anggaran baik anggaran reguler maupun anggaran penjaga perdamaian—adalah kewajiban perjanjian. Kata kuncinya adalah kewajiban,”
jelas Dujjaric.
Negara-negara anggota yang telah menandatangani Piagam PBB wajib membayar iuran mereka. Piagam PBB bukan menu pilih-pilih. PBB juga bukan organisasi ala ‘a la carte’,”
ujarnya.
Ini adalah organisasi yang terdiri dari 193 negara anggota dan dua negara pengamat. Melindungi prinsip-prinsip yang telah mereka sepakati bersama adalah kepentingan semua negara anggota tersebut,”
tambahnya.
PBB Siap Hadapi Tekanan Keuangan dan Operasional
Dujarric menegaskan PBB telah berpengalaman menghadapi tekanan finansial dan operasional akibat keterbatasan anggaran.
Lebih lanjut, Dujarric juga mengakatan PBB sudah cukup lama bekerja di bawah tekanan keuangan seperti ini.
Ia mengaku situasinya sangat rumit, bendahara PBB pun bahkan hampir tidak pernah tidur demi memastikan lampu di gedung ini tetap menyala.
Dujarric memastikan program-program penting seperti penanganan perubahan iklim, perlindungan anak dari kekerasan, serta promosi kesetaraan gender akan terus dilanjutkan.
Pemerintahan Trump membingkai langkah ini sebagai upaya memulihkan kedaulatan Amerika Serikat serta menghentikan penggunaan dana pajak untuk program global yang dianggap tidak efektif atau sarat kepentingan ideologis.
Sebelumnya, AS juga telah menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perjanjian Iklim Paris, dan Dewan HAM PBB. Gedung Putih menyebut langkah tersebut memungkinkan pemerintah memusatkan sumber daya pada prioritas dalam negeri.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio bahkan menyebut organisasi-organisasi yang ditinggalkan sebagai lembaga yang memiliki fungsi yang tumpang tindih, salah kelola, tidak perlu, boros, dikelola dengan buruk, dikuasai oleh kepentingan pihak-pihak tertentu yang memajukan agenda mereka sendiri.
Saat ditanya apakah Sekjen PBB terkejut dengan besarnya skala penarikan diri AS, Dujarric memberikan jawaban lugas:
Dengan apa yang terjadi di dunia saat ini, beliau sudah melampaui istilah terkejut. Ia tetap menjalankan tugasnya dengan tenang dan penuh keteguhan, serta terus membela Piagam PBB dan lembaga internasional ini,”
pungkas Dujarric.

