Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Inggris dan Spanyol, karena dinilai tidak memberikan dukungan penuh terhadap serangan militer Amerika Serikat ke Iran.
Bahkan, Trump secara terbuka mengancam akan menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol.
Saya tidak senang dengan Inggris,”
kata Trump pada Selasa, 3 Maret 2026, sembari menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,”
ujar Trump, merujuk pada sikap Starmer yang dianggapnya lemah.
Inggris memilih tidak terlibat langsung dalam operasi militer gabungan AS–Israel yang dimulai akhir pekan lalu.
Meski demikian, London tetap mengizinkan jet tempur AS menggunakan dua pangkalan udara—di Gloucestershire dan pangkalan gabungan Inggris-AS Diego Garcia di Samudra Hindia—dengan alasan penggunaan “terbatas dan defensif”.
Namun, Inggris menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militernya di Siprus. Salah satu lokasi di wilayah itu dilaporkan menjadi sasaran serangan drone buatan Iran.
Dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 4 Maret 2026, Trump juga kembali mengecam keputusan Inggris mengembalikan Kepulauan Chagos—lokasi Diego Garcia—kepada Mauritius, meski kemudian menyewanya kembali untuk kepentingan militer.
Spanyol Diancam
Kemarahan Trump kian memuncak setelah Spanyol menolak mengizinkan penggunaan pangkalan militer Rota dan Morón untuk mendukung serangan AS ke Iran.
Spanyol sangat buruk,”
kata Trump.
Ia bahkan mengaku telah memerintahkan Menteri Keuangan AS untuk “memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol.”
Ancaman ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat Mahkamah Agung AS sebelumnya telah membatasi kewenangan presiden dalam menetapkan kebijakan perdagangan sepihak berbasis keadaan darurat.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa negaranya hanya mengizinkan penggunaan pangkalan militer yang sejalan dengan Piagam PBB dan perjanjian bilateral.
Saya ingin sangat jelas dan lugas. Pangkalan-pangkalan itu tidak digunakan, dan tidak akan digunakan, untuk apa pun yang tidak tercantum dalam perjanjian atau melanggar Piagam PBB,”
kata Albares, dikutip dari The Guardian.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa setiap operasi militer harus memiliki dasar hukum internasional serta dukungan global.
Sikap tegas juga datang dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Ia secara terbuka mengecam serangan militer AS dan Israel ke Iran, seraya memperingatkan bahwa langkah tersebut hanya memperparah ketegangan global dan menciptakan tatanan internasional yang semakin tidak stabil.
Aktivitas Militer Meningkat
Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mencatat, setidaknya 15 pesawat militer AS telah meninggalkan pangkalan Rota dan Morón sejak operasi militer dimulai. Tujuh di antaranya terpantau mendarat di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman.
Hingga kini, pejabat pertahanan AS enggan memberikan penjelasan mengenai tujuan pergerakan pesawat-pesawat tersebut.
Ketegangan terbaru ini menambah dimensi baru dalam konflik Iran, sekaligus membuka potensi retaknya solidaritas di antara sekutu Barat—di tengah perang yang kian memanas dan penuh ketidakpastian.


