Menteri Luar Negeri (Menlu) periode 2001-2009, Hassan Wirajuda merespons terkait keinginan Indonesia menengahi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel. Menurutnya, harus ada keinginan dari kedua belah pihak yang sedang bertikai.
Hassan mengatakan, dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto tidak ada pembahasan mengenai rencana menjadi mediator atas kondisi konflik di Timur Tengah.
Kita tidak membicarakan apa Indonesia mampu atau tidak. Itu kan pemikiran awal,”
ujar Hassan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.
Hassan menjelaskan, ada syarat agar Indonesia bisa menjadi mediator atas konflik yang kini sedang memanas di Timur Tengah. Syarat itu adalah kedua belah pihak harus menerima, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda keinginan tersebut.






