Iran akan mengintensifkan operasi militernya terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS) mulai Minggu malam. Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat militer Iran, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Meningkatnya kebrutalan AS dan Israel terhadap kepentingan rakyat Iran akan menyebabkan peningkatan signifikan dalam operasi ofensif oleh angkatan bersenjata,”
kata pejabat tersebut yang tidak diketahui namanya.
Ia mengatakan tentara Iran akan menggandakan penggunaan rudal strategis yang membawa hulu ledak berat, bersamaan dengan peningkatan penggunaan drone.
Langkah ini telah diambil untuk memberikan pencegahan yang luar biasa terhadap setiap petualangan militer yang mengancam kepentingan dan warga negara kita,”
tambah pejabat militer tersebut, dikutip dari Middle East Monitor, Senin 9 Maret 2026.
Diketahui, serangan AS dan Israel di Iran telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat militer tinggi. Selain itu lebih dari 10.000 lainnya terluka dalam serangan sejak 28 Februari, menurut otoritas Iran.
Teheran pun membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS berada.
