Amerika Serikat (AS) dan Iran satu suara untuk melakukan gencatan senjata. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa, 7 April 2027.
Keputusan tersebut terjadi kurang dari dua jam sebelum ia memberikan batas waktu pada pukul 08.00 malam untuk menghancurkan seluruh wilayah Iran.
Trump mengatakan perjanjian gencatan senjata itu dibuat dengan syarat Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran setuju untuk pembukaan lengkap, segera, dan aman Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi!,”
tulis Trump di Truth Social, dikutip dari CNN, Rabu, 8 April 2026.
Trump menjelaskan bahwa alasan melakukan gencatan senjata adalah karena pihaknya telah memenuhi dan melampaui semua tujuan Militer, dan telah sangat jauh dalam kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” tambahnya.
Trump juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang layak untuk bernegosiasi.
Menurutnya, hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara AS dan Iran, tetapi periode dua minggu gencatan senjata ini akan memungkinkan perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan.
Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan,”
imbuhnya.


